Malam penuh mimpi buruk harus dirasakan oleh Manchester United ketika bertandang ke markas lawan dalam lanjutan Champions League. Di bawah arahan pelatih Michael Carrick, Setan Merah tak berdaya dan harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor telak 1-4 di Stadio Sinigaglia. Kekalahan memalukan ini langsung memicu kemarahan sang juru taktik yang menilai penampilan anak asuhnya jauh di bawah standar klub sebesar United.

Petaka bagi tim tamu sudah terlihat sejak paruh pertama melalui gelombang serangan yang dilancarkan Como. Lini pertahanan United kocar-kacir menghadapi gempuran yang berbuah dua gol dari Nico Paz, ditambah kontribusi Tasos Douvikas dan Jacobo Ramon yang membuat papan skor berubah menjadi 4-0. Dominasi tuan rumah kian tak terbantahkan dalam aspek penguasaan bola, akurasi operan, hingga jumlah tembakan ke arah gawang, memaksa United berada di bawah tekanan konstan sepanjang 90 menit pertandingan.

Meskipun sempat mencetak gol hiburan lewat aksi Joshua Zirkzee di masa injury time, hal tersebut sama sekali tidak bisa menutupi buruknya jalurnya permainan tim secara keseluruhan. Carrick dengan tegas menyatakan bahwa hasil dan penampilan tersebut tidak dapat diterima oleh siapapun yang mencintai klub. Sebagai bentuk pertanggungjawaban moral, ia secara terbuka pasang badan dan mendatangi tribun suporter tandang yang masih bertahan untuk menyampaikan permintaan maaf langsung.

"Sebagai pendukung klub sepak bola ini begitu lama, melihat performa seperti itu adalah sesuatu yang tidak dapat diterima, saya harus mengatakannya," ujar Carrick selepas pertandingan dengan nada kecewa. Ia menambahkan bahwa suporter adalah detak jantung klub yang tidak pantas disuguhi tontonan mengecewakan setelah menempuh perjalanan jauh. Tanpa mencari-cari alasan, sang pelatih menegaskan bahwa evaluasi total wajib dilakukan segera demi mengembalikan marwah tim di pentas Eropa.