Karier Michael Kayode kini tengah menanjak tajam setelah memutuskan merantau ke Inggris. Pemain muda berbakat asal Italia ini baru saja mencatatkan debut impian bersama Timnas Italia, sebuah momen yang langsung dibayar tuntas dengan torehan gol krusial ke gawang Turki pada jeda internasional lalu.

Kepada Sky Sport Italia, sang bek sayap menceritakan betapa dirinya sempat merasa cukup hanya dengan bermain di menit-menit akhir. Namun, kepercayaan luar biasa justru diberikan oleh staf pelatih ketika namanya langsung dipasang sebagai starter, mengubah malam debutnya menjadi sebuah kenangan yang tidak akan pernah terlupakan sepanjang hidupnya.

Perjalanan karier Kayode sendiri tidak selalu berjalan mulus di masa lalu. Ia sempat menimba ilmu di akademi Juventus sebelum akhirnya dilepas saat usianya masih menginjak 14 tahun, sebuah kenyataan pahit yang tidak memadamkan sedikit pun api semangatnya untuk terus berjuang di dunia sepak bola.

Setelah sempat memperkuat Fiorentina di Serie A, pemain berusia muda ini kini meniti petualangan baru bersama Brentford di Liga Inggris sejak kepindahannya pada Januari 2025 dengan nilai transfer awal sebagai peminjaman sebelum dipermanenkan seharga sekitar Rp306 Juta.

Bersama klub London tersebut, kontribusinya langsung terasa nyata lewat catatan satu gol dari delapan penampilan di semua kompetisi musim ini. Performa solid tersebut sukses mendongkrak posisi tim asuhannya ke peringkat keenam klasemen sementara, hanya terpaut tiga angka saja dari Chelsea di zona empat besar.

Ketika disinggung mengenai klub favorit di Italia, sang pemain mengaku tidak pernah secara khusus mendukung satu tim tertentu saja. Meski demikian, ia mengenang masa kecilnya ketika menonton aksi klub-klub top seperti Juventus, AC Milan, Inter Milan, dan AS Roma sebagai sebuah tontonan yang sangat spektakuler.