Kiper andalan AC Milan, Mike Maignan, akhirnya angkat bicara menyusul insiden kartu merah yang merugikan timnya dalam lawatan ke markas Bournemouth. Sang kapten diusir keluar lapangan pada babak pertama setelah terlibat perselisihan di kotak penalti yang berujung hukuman berat bagi Rossoneri dalam ajang Europa League.

Insiden bermula ketika wasit Vasilios Fotias langsung menghampiri Maignan dan menunjuk kartu merah akibat dorongan yang mengenai wajah gelandang Bournemouth, Tyler Adams, saat situasi sepak pojok. Sesuai regulasi IFAB, kontak langsung ke area wajah dikategorikan sebagai tindakan kekerasan. Situasi ini langsung menghancurkan ritme permainan anak asuh pelatih Stefano Pioli di atas lapangan.

Hukuman ganda pun langsung dijatuhkan wasit berupa penalti yang sukses dieksekusi oleh Marcus Tavernier, membuat Milan tertinggal dua gol dalam posisi 10 pemain. Kehilangan pemain vital di bawah mistar gawang membuat lini belakang Rossoneri kian rapuh hingga akhirnya harus takluk dengan skor telak tiga gol tanpa balas di kandang lawan.

Melalui akun media sosial pribadinya, penjaga gawang Timnas Prancis itu memberikan pembelaan terkait insiden panas tersebut. Ia berdalih bahwa dorongan yang dilakukannya sama sekali tidak disengaja dan hanya gestur biasa yang sering dilakukan kiper untuk mencari ruang di area penalti, meski ia mengakui hal tersebut memberikan citra yang kurang baik bagi para pendukung muda.

Meski demikian, Maignan dengan tegas menolak untuk meminta maaf atas tindakan yang berujung petaka tersebut. Ia menegaskan bahwa rekan setim serta staf pelatih sangat memahami integritas dirinya, sekaligus menyayangkan berbagai spekulasi dan interpretasi liar yang digaungkan oleh media pasca pertandingan.