Manajer Mikel Arteta menegaskan bahwa pencapaian saat ini barulah permulaan setelah resmi menandatangani kontrak baru berdurasi panjang bersama Arsenal hingga 2030. Sebelumnya, masa bakti juru taktik asal Spanyol tersebut dijadwalkan berakhir pada akhir musim ini. Kepastian ini sekaligus memperpanjang durasi pengabdiannya di Stadion Emirates hingga hampir satu dekade penuh sejak pertama kali ditunjuk pada Desember 2019.
Dalam kesepakatan anyar ini, nilai kontrak sang pelatih mengalami peningkatan signifikan dari gaji sebelumnya yang berada di kisaran £10 juta atau sekitar Rp200 miliar per tahun, ditambah bonus sebesar £5 juta atau sekitar Rp100 miliar. Angka tersebut menempatkan standar gajinya sejajar dengan jajaran manajer elite Eropa lainnya seperti Diego Simeone di Atletico Madrid dan mantan bos Manchester City, Pep Guardiola. Arteta sendiri sukses mengantar klub meraih gelar Premier League serta Piala FA, meski sempat takluk di final Liga Champions melawan Paris Saint-Germain.
Kepala Eksekutif klub, Richard Garlick, menilai keberlanjutan posisi Arteta di kursi kepelatihan akan memberikan keuntungan kompetitif yang masif bagi tim. Mengingat kepergian Guardiola dari City akhir musim lalu, Arteta kini resmi menyandang status sebagai manajer dengan masa pengabdian terlama di kasta tertinggi sepak bola Inggris. Garlick menyebut faktor stabilitas taktikal dan kedalaman proyek jangka panjang ini sebagai fondasi utama untuk mendominasi persaingan liga dalam beberapa tahun ke depan.
Visi utama di balik perpanjangan ikatan kerja ini adalah membangun sebuah dinasti sepak bola yang berkelanjutan di London Utara. Kesuksesan merengkuh gelar Liga Inggris pertama dalam kurun waktu 20 tahun pada musim lalu dipandang manajemen sebagai batu loncatan awal. Kegagalan pahit lewat adu penalti di final Liga Champions justru dijadikan bahan bakar motivasi ekstra untuk menebus penasaran pada kompetisi Eropa musim berikutnya.
Keluarga pemilik klub, Stan dan Josh Kroenke, turut mengungkapkan kebanggaan mendalam atas pencapaian kolektif yang telah dibangun sejak kepulangan sang pelatih pada 2019. Dengan fondasi skuad yang semakin matang dan komitmen penuh dari sang juru taktik, Arsenal kini menatap masa depan dengan optimisme tinggi untuk terus mencetak sejarah baru di level domestik maupun kontinental.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang