Penggemar balap motor tanah air kini menaruh perhatian penuh pada ambisi besar Marc Marquez untuk mematahkan rekor buruknya di Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Seri ke-17 yang akan berlangsung di sirkuit kebanggaan Indonesia ini menjadi ujian krusial bagi sang pembalap bintang dalam perburuan gelar juara dunia musim ini.

Persaingan di papan atas klasemen sementara kian memanas setelah kemenangan impresif di GP Jepang membawa pembalap asal Spanyol tersebut menempel ketat sang pemuncak klasemen, Jorge Martin. Dengan selisih hanya terpaut dua poin saja, hasil di Mandalika memegang peranan vital dalam pergeseran takhta tertinggi kejuaraan balap motor paling bergengsi di dunia ini.

Akan tetapi, ambisi besar tersebut dihadapkan pada catatan sejarah minor yang mengikutinya setiap kali datang ke Indonesia. Sejak seri pertama digelar, peraih enam gelar juara dunia kelas primer ini selalu gagal menyentuh garis finis akibat rentetan insiden kecelakaan, masalah mesin motor, hingga insiden senggolan dengan pembalap lain pada musim-musim sebelumnya.

Selain faktor kutukan gagal finis, tantangan teknis juga menjadi batu sandungan besar bagi pembalap berjuluk The Baby Alien tersebut. Karakteristik Sirkuit Mandalika yang memiliki lebih banyak tikungan ke kanan tidak sejalan dengan statistik kemenangan sang juara yang lebih dominan di lintasan dengan tikungan kiri.

Kendati demikian, performa kompetitifnya sepanjang musim 2026 membuktikan bahwa kualitas balapnya belum habis dan tetap menjadi ancaman nyata di lintasan. Seluruh persiapan matang kini dipertaruhkan demi membidik kemenangan perdana di tanah Lombok sekaligus mengambil alih posisi puncak klasemen.