Publik sepak bola seringkali dibuat geleng-geleng kepala melihat ketajaman Erling Haaland di depan gawang lawan. Striker andalan Manchester City ini menjelma sebagai mesin gol yang mematikan sejak pertama kali menginjakkan kaki di tanah Inggris. Namun, jika diamati lebih mendalam, ada satu pola menarik yang selalu berulang setiap musimnya: keran gol penyerang asal Norwegia itu mendadak seret ketika kalender berganti tahun memasuki bulan Januari.

Dilansir dari FourFourTwo, statistik menunjukkan bahwa produktivitas sang bomber selalu mengalami penurunan drastis pada paruh kedua musim. Fenomena ini bukan sekadar asumsi belaka, melainkan fakta yang terbukti dalam setiap musim kepindahannya ke Etihad Stadium. Masalah kebugaran, cedera di penghujung tahun, hingga kelelahan akibat jadwal padat kerap menjadi kambing hitam atas melempemnya performa sang penyerang di awal tahun.

Faktor paling krusial di balik penurunan ini ternyata bukan terletak pada kemampuan individu Haaland, melainkan hilangnya suplai matang dari lini tengah. Ketika gelandang bertahan tangguh seperti Rodri harus absen panjang karena cedera, alur bola ke kotak penalti menjadi tersendat. Racikan taktik Pep Guardiola sempat mengalami disfungsi karena kurangnya kreativitas di lini tengah, memaksa City beradaptasi tanpa pasokan bola yang memanjakan sang ujung tombak.

Sepanjang musim-musim belakangan, lini serang The Citizens kerap kehilangan keseimbangan akibat transisi skuad dan cedera pemain kunci seperti Kevin De Bruyne. Situasi ini membuat sang mesin gol terisolasi di lini depan dan kesulitan mendapatkan peluang emas. Tanpa gelandang pengumpan ulung yang konsisten melayani pergerakannya, ketajaman penyerang berambut pirang ini otomatis menurun drastis.

Dari analisis mendalam tiap musimnya, terungkap bahwa raihan gol eks bomber Borussia Dortmund itu sangat bergantung pada sistem tim yang mendukungnya. Agar ketajamannya tidak memudar di paruh kedua musim, manajer dituntut menjaga kebugaran sang pemain sekaligus memastikan aliran kreativitas dari lini kedua tetap berjalan sempurna tanpa hambatan.