Suasana emosional menyelimuti Argentina ketika Lionel Messi harus menjalani laga perpisahan yang penuh haru bersama pendukung setianya. Publik sepak bola dunia tahu betul betapa magisnya perjalanan sang megabintang mengenakan jersey Albiceleste, mengukir sejarah yang sulit disamai pemain manapun di era modern ini.

Namun, malam yang sakral tersebut sempat diwarnai momen kurang menyenangkan ketika Benin bertindak sebagai lawan terakhirnya di kandang. Dilansir dari Marca, rasa kagum yang begitu besar dari para pemain lawan justru berujung pada situasi yang canggung di atas lapangan hijau tatkala peluit akhir berbunyi.

Seorang penggawa tim tamu tampak begitu antusias dan tidak bisa menyembunyikan kekagumannya terhadap sang kapten Albiceleste. Sayangnya, pemain tersebut gagal membaca situasi emosional ketika ia mencoba dua kali mengajak berfoto selfie di tengah momen sakral yang ingin diresapi oleh pemilik nomor 10 tersebut bersama keluarga dan rekan setimnya.

Gestur penolakan tersebut sempat terlihat kurang ramah bagi sebagian penonton yang menyaksikannya secara langsung dari tribune stadion. Kendati demikian, publik pun memahami betapa malam itu memiliki arti emosional yang sangat mendalam bagi sang penyerang gaek yang ingin menikmati setiap detik terakhirnya.

Untungnya, insiden kecil tersebut tidak sampai merusak keseluruhan jalannya malam perpisahan yang megah bagi sang ikon sepak bola dunia. Seluruh stadion tetap larut dalam lautan aplaus dan penghormatan tertinggi untuk menutup salah satu babak terindah dalam sejarah sepak bola internasional.