Kabar mengejutkan datang dari ajang balap internasional ketika Veda Ega Pratama harus menelan kekecewaan mendalam setelah balapan utama Moto3 Australia 2026 dipastikan batal digelar di Sirkuit Phillip Island. Padahal, akhir pekan tersebut sempat menjanjikan hasil manis bagi sang pembalap muda berbakat yang tampil luar biasa sejak sesi kualifikasi pertama hingga sukses merebut posisi start terdepan.
Mengandalkan motor Honda NSF250RW bersama Honda Team Asia, perjuangannya menembus Q1 hingga menguasai Q2 memperlihatkan potensi kecepatan yang luar biasa di lintasan basah dan berangin. Sayangnya, impian melihat sang pembalap kebanggaan memulai balapan dari posisi terdepan harus buyar akibat kendala cuaca ekstrem yang memaksa pihak penyelenggara mengambil langkah darurat demi keselamatan.
Pihak MotoGP melalui pengumuman resminya menjelaskan bahwa keputusan pembatalan terpaksa diambil karena masalah visibilitas yang terlalu minim, sehingga mengganggu operasional helikopter medis yang menjadi syarat utama keselamatan balapan. Kondisi cuaca yang tidak memungkinkan membuat panitia tidak punya pilihan selain menghentikan seluruh rangkaian sesi balapan kelas Moto3 di seri Australia akhir pekan ini.
Banyak penggemar kemudian mempertanyakan status perolehan angka menyusul keberhasilan merebut posisi start terdepan dalam sesi kualifikasi kemarin. Berdasarkan buku regulasi resmi MotoGP pada aturan nomor 1.25.2, ditegaskan bahwa sama sekali tidak ada poin yang diberikan kepada para pembalap jika sebuah seri balapan dibatalkan total.
Regulasi tersebut secara tegas menyatakan bahwa apabila balapan tidak terlaksana dan pembalap belum sempat menyelesaikan minimal tiga lap dalam kondisi start resmi, maka agenda tersebut dinyatakan tidak sah. Dengan keputusan mutlak ini, Veda Ega Pratama bersama seluruh rival di grid terpaksa pulang tanpa tambahan angka dari seri Australia, mengalihkan fokus penuh mereka untuk menatap seri berikutnya.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang