Ajang balap motor bergengsi Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat, mendatangkan berkah luar biasa bagi para pelaku usaha penginapan lokal. Sejumlah homestay di Desa Kuta, Lombok Tengah, langsung diserbu lonjakan permintaan kamar dari wisatawan yang ingin menyaksikan langsung aksi para pembalap andalan mereka di lintasan.
Di tengah gegap gempita kunjungan wisatawan yang membludak jelang akhir pekan balapan, PT Pertamina (Persero) turut menggandeng Universitas Mataram untuk memberikan pendampingan intensif. Pelatihan hospitality, manajemen homestay, hingga kemampuan berbahasa Inggris diberikan kepada para pengelola agar dampak ekonomi dari sport tourism ini bisa dirasakan secara jangka panjang dan berkelanjutan.
Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, menyampaikan bahwa pemberdayaan masyarakat sekitar, mulai dari manajemen pengelolaan sampah hingga peningkatan kualitas pelayanan, menjadi fokus utama agar wisatawan merasa nyaman selama berada di kawasan Pertamina Mandalika International Circuit. Dampak positif ini diakui langsung oleh para pelaku usaha lokal yang merasakan lonjakan okupansi signifikan di tengah tren pariwisata yang biasanya melandai pada bulan Oktober.
Bani selaku pemilik Mong Bungalows mengungkapkan bahwa tingkat hunian melonjak drastis dalam sepekan terakhir berkat tingginya permintaan pasar. Dalam kondisi normal, tarif kamar di tempatnya berkisar antara Rp350 ribu hingga Rp500 ribu per malam, namun membludaknya jumlah pengunjung membuat pengelola melakukan penyesuaian harga demi mengimbangi tingginya minat tamu yang datang dari berbagai daerah.
Cerita serupa juga dibagikan oleh Reddy Mardani dari Mango Room Mandalika, yang mencatat lonjakan tarif kamar dari harga biasa sekitar Rp600 ribu hingga menyentuh angka Rp2 juta per malam dan seluruhnya laku terjual habis. Bagi para pelaku usaha lokal, kehadiran ajang internasional ini tidak hanya mendongkrak pendapatan pemilik penginapan saja, melainkan turut membuka peluang lapangan kerja baru bagi pekerja lokal, industri kuliner, serta UMKM di sekitar kawasan Kuta.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang