Wacana ekspansi balapan motor paling bergengsi di dunia ke Benua Hitam rupanya masih sebatas angan-angan belaka. Dilansir dari CNN Indonesia, ajang adu kecepatan kuda besi paling populer di bawah naungan Liberty Media ini dikabarkan belum memiliki rencana konkret untuk mengikuti langkah roda empat dalam menggelar seri balapan di Afrika dalam waktu dekat.
Spekulasi ini mendadak kencang berhembus setelah Formula 1 secara resmi mengumumkan rencana ambisius mereka menggelar Grand Prix Rwanda pada dekade 2030-an mendatang. Mengingat kedua ajang elite tersebut kini sama-sama berada di bawah payung kepemilikan perusahaan asal Amerika Serikat, publik otomatis langsung membandingkan arah kebijakan ekspansi mereka ke depannya.
Namun, media asal Italia, GPOne, secara tegas melaporkan bahwa saat ini sama sekali belum ada proyek serius yang melibatkan kejuaraan dunia balap motor dengan fasilitas sirkuit di kawasan Bugesera, Rwanda. Kendala utamanya terletak pada standar keamanan dan spesifikasi teknis yang sangat kontras antara mobil dan sepeda motor di lintasan balap.
Lebih lanjut, sebuah sirkuit yang dirancang khusus untuk mengakomodasi regulasi ketat Formula 1 ternyata tidak bisa serta-merta digunakan begitu saja oleh para rider roda dua. Setiap lintasan yang akan dipakai dalam kalender balap motor wajib melalui proses pengujian mendalam serta standar homologasi khusus yang dikeluarkan oleh Federasi Sepeda Motor Internasional (FIM).
Sebagai pengingat bagi para pecinta balap, terakhir kali deru mesin motor kelas premier menggelegar di tanah Afrika terjadi pada musim 2004 silam. Pada era kejayaan tersebut, legenda hidup balap motor dunia yakni Valentino Rossi sukses keluar sebagai juara di atas kuda besi pabrikan Yamaha.
Sementara itu, ajang balap mobil paling elite dunia sendiri sudah jauh lebih lama absen dari benua tersebut, tepatnya sejak terakhir kali singgah di Sirkuit Kyalami, Johannesburg, Afrika Selatan pada tahun 1993 silam. Kala itu, kemenangan manis berhasil diamankan oleh sang maestro balap mobil asal Prancis, Alain Prost.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang