Stadion Giuseppe Sinigaglia mendadak menjadi saksi bisu salah satu malam paling kelam bagi Manchester United di kancah Eropa. Dipermalukan dengan skor telak 1-4 oleh Como pada matchday ketiga Liga Champions, amarah dan kekecewaan mendalam langsung menyelimuti kubu Setan Merah. Kekalahan memalukan ini bukan sekadar soal angka di papan skor, tetapi tentang runtuhnya mentalitas bertanding di atas lapangan hijau yang membuat suporter setia mereka harus tertunduk lesu di tribun tandang.
Pelatih Michael Carrick tampak kehilangan kesabarannya menyikapi performa buruk anak asuhnya sepanjang 90 menit pertandingan. Juru taktik berusia 45 tahun itu bahkan menunjukkan gestur dingin seusai peluit panjang dibunyikan dengan berjalan lurus menuju lorong ruang ganti tanpa menyalami satu pun pemainnya. Gestur tegas tersebut menegaskan betapa tidak dapat ditolehnya cara bermain Bruno Fernandes dan kolega yang dinilai jauh dari standar klub sebesar Manchester United dalam lawatan kali ini.
Sebelum masuk ke ruang ganti, Carrick sempat menyempatkan diri mendatangi tribun pendukung Setan Merah untuk mengangkat kedua tangan sebagai bentuk permintaan maaf terbuka. Dalam sesi konferensi pers, ia dengan tegas menyatakan bahwa penampilan timnya sama sekali tidak bisa diterima oleh akal sehat. Menurutnya, hasil akhir bisa berpihak ke mana saja, namun cara mereka menyerah di markas Como adalah sebuah pengkhianatan terhadap keringat suporter yang sudah datang jauh-jauh memberikan dukungan langsung di Italia.
Badai masalah lini belakang Manchester United sama sekali tak mampu meredam gelombang serangan mematikan yang dilancarkan oleh skuad tuan rumah. Dua gol dari Nico Paz ditambah masing-masing satu lesakan dari Anastasios Douvikas serta Jacobo Ramon sukses menghancurkan pertahanan Setan Merah tanpa ampun. Gol hiburan semata yang sempat dicetak oleh Joshua Zirkzee terasa sangat hambar dan sama sekali tidak bisa menutupi buruknya penampilan keseluruhan tim tamu di sepanjang laga.
Kekalahan telak dari Como ini tentu memberikan tekanan luar biasa besar bagi perjalanan Manchester United di fase grup Liga Champions musim ini. Evaluasi total wajib segera dilakukan oleh jajaran pelatih jika tidak ingin asa mereka di kompetisi elite Eropa terhenti lebih cepat. Di tengah situasi ruang ganti yang sedang memanas akibat aksi dingin sang pelatih, mentalitas para pemain kini dipertaruhkan untuk bangkit pada pertandingan-pertandingan krusial berikutnya demi menyelamatkan musim.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang