Menteri Kebudayaan Inggris, Lisa Nandy, angkat bicara soal ancaman boikot Piala Dunia U20 Wanita yang akan digelar di Polandia, September mendatang. Ia menegaskan bahwa pesepak bola wanita tidak seharusnya menjadi korban dari konflik politik antara UEFA dan FIFA. Nandy bahkan secara terbuka meminta presiden FIFA, Gianni Infantino, untuk mundur dari jabatannya.
Nandy menyampaikan dukungannya terhadap sikap Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) yang menolak rencana bisnis FIFA, yakni Fifa Forward Enterprise (FFE), yang akan menjual saham Piala Dunia kepada investor swasta. "Kami mendukung FA dalam menyuarakan bahwa sepak bola adalah milik para penggemar, cukup sudah, dan sudah waktunya ada perubahan di FIFA. Saya pikir dia (Infantino) harus pergi, waktunya habis," ujarnya kepada BBC.
Namun, Nandy menegaskan bahwa ia tidak akan mendukung boikot terhadap Piala Dunia U20 Wanita. Menurutnya, boikot olahraga justru akan memecah belah dan merugikan para atlet yang tidak bersalah. "Saya secara umum tidak setuju dengan boikot olahraga, karena saya pikir itu memecah belah orang satu sama lain, dan secara tidak adil menghukum atlet serta kompetitor yang tidak bertanggung jawab atas alasan di balik boikot tersebut," jelasnya.
Polandia, sebagai tuan rumah, menegaskan belum menerima pemberitahuan resmi tentang pengunduran diri tim mana pun. Federasi Sepak Bola Polandia (PZPN) menyatakan kepada BBC Sport bahwa mereka "belum menerima informasi apa pun mengenai kemungkinan penarikan tim peserta". Mereka juga optimis situasi akan segera teratasi agar turnamen tetap berjalan lancar, karena bagi banyak pemain muda, ajang ini adalah tonggak penting dalam karier mereka.
Ancaman boikot datang dari UEFA dan 55 anggotanya sebagai respons atas rencana Infantino yang kontroversial. Selain Inggris, tim seperti Italia, Spanyol, Portugal, dan Prancis juga dijadwalkan ambil bagian di turnamen yang berlangsung 5-27 September ini. Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) sudah menyatakan akan tetap berkompetisi, sementara Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) juga mengonfirmasi kepatuhan terhadap program yang direncanakan, termasuk laga uji coba melawan Inggris pekan ini.
FA Inggris sendiri belum memastikan apakah akan mengirimkan tim ke Piala Dunia. Namun, sejauh ini skuad Young Lionesses asuhan Lydia Bedford tetap melanjutkan persiapan. Nandy berharap ada solusi damai: "Yang saya ingin lihat adalah sepak bola bersatu, menyelesaikan ini, perubahan kepemimpinan dan arah, serta pesan yang jelas bahwa sepak bola milik penggemar dan tidak akan membiarkan wanita serta anak perempuan dirugikan ketika sepak bola wanita sedang berkembang pesat. Lionesses kita memimpin dunia dalam hal ini."
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang