Stadion Diego Armando Maradona menjadi saksi bisu ketangguhan tuan rumah saat menjamu Frosinone dalam lanjutan kompetisi Serie A. Pelatih tim tamu, Massimiliano Alvini, tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya usai skuad asuhannya harus takluk dengan skor telak tiga gol tanpa balas. Meski mengakui keunggulan lawan, ia menilai margin skor tersebut terlalu kejam bagi perjuangan anak asuhnya di atas lapangan hijau.

Petaka bagi tim tamu bermula dari insiden penalti kontroversial yang melibatkan tekanan Giorgio Cittadini terhadap Rasmus Højlund. Eksekusi awal sempat dimentahkan penjaga gawang, namun VAR memerintahkan penalti diulang karena posisi kaki kiper dianggap melewati garis. Kevin De Bruyne yang maju sebagai algojo kedua sukses menjalankan tugasnya, sebelum Noa Lang dan De Bruyne kembali mencatatkan nama di papan skor untuk memastikan kemenangan Napoli.

Di balik kekalahan menyakitkan ini, performa keseluruhan tim tamu sebenarnya sempat merepotkan lini pertahanan tuan rumah melalui peluang emas Giorgi Kvernadze. Alvini menyoroti bagaimana kesalahan sendiri di sepertiga akhir lapangan serta momen penalti ulang mengubah total jalurnya pertandingan secara drastis di kandang lawan.

Hasil minor ini membuat posisi di klasemen sementara tetap bertahan dengan raihan 10 poin dari enam laga awal musim ini. Sang pelatih menegaskan bahwa kekalahan tandang dari salah satu raksasa liga ini akan dijadikan bahan evaluasi penting untuk mematangkan identitas permainan skuad mudanya ke depan.