Kelanjutan masa depan balap motor bergengsi di Indonesia kini sepenuhnya berada di tangan kepala negara. Kepastian perpanjangan kontrak MotoGP Mandalika bergantung pada putusan resmi Presiden Prabowo Subianto setelah durasi kerja sama awal lima tahun resmi berakhir usai perhelatan musim 2026.
Menteri Pemuda dan Olahraga menyatakan bahwa opsi perpanjangan lanjutan hingga 2031 masih memerlukan restu dari pemerintah pusat. Kendati demikian, dukungan penuh diberikan mengingat ajang internasional yang dihelat di Mandalika ini terbukti memberikan dampak signifikan terhadap perputaran roda ekonomi masyarakat lokal serta menarik minat wisatawan mancanegara.
Situasi kontrak yang belum ditandatangani secara resmi ini sempat memunculkan tanda tanya besar di kalangan pemerhati balap motor nasional. Berakhirnya durasi awal kontrak lima tahun sejak pertama kali digelar pada 2022 menuntut adanya kejelasan sikap dari pemerintah untuk menjamin keberlanjutan event olahraga berkelas dunia tersebut di Indonesia.
Menariknya, meskipun status perpanjangan kontrak masih menunggu keputusan akhir dari Presiden Prabowo Subianto, promotor kejuaraan dunia telah memasukkan nama Pertamina Mandalika ke dalam draf kalender resmi musim 2027. Sirkuit dijadwalkan kembali menggelar balapan pada akhir Oktober mendatang.
Dukungan lintas sektor terus mengalir demi memastikan keberlangsungan agenda internasional ini tetap berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Pemerintah diharapkan segera mengambil keputusan strategis agar persiapan infrastruktur dan aspek komersial ajang balap kuda besi tersebut dapat berjalan optimal demi citra positif bangsa di mata dunia.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang