Malam kelabu benar-benar menimpa Udinese ketika menjamu AS Roma di kandang sendiri dengan kekalahan telak 2-5 pada hari Sabtu malam. Hasil minor ini semakin memperpanjang tren negatif tim asuhan Kosta Runjaic yang kini harus menelan pil pahit kekalahan ketujuh dari delapan pertandingan terakhir di Serie A. Situasi tersebut langsung membakar tekanan di ruang ganti dan membuat kursi kepelatihan sang juru taktik berada di ujung tanduk setelah terpuruk di zona merah.

Pertandingan sendiri sudah berjalan berat bagi tuan rumah sejak babak pertama usai gawang mereka diberondong empat gol tanpa balas oleh Giallorossi. Gol-gol dari Bryan Cristante, Rodrigo Mora, Donyell Malen, dan Evan Ndicka membuat publik Stadion Friuli terdiam lemas melihat rapuhnya lini belakang tuan rumah. Meski Nicolo Zaniolo dan Matteo Palma sempat mencoba memperkecil kedudukan di paruh kedua, Giallorossi menutup pesta gol lewat aksi Daniele Ghilardi di masa injury time.

Menanggapi kekalahan memalukan ini dalam konferensi pers pasca-laga, Runjaic sama sekali tidak menutup-nutupi buruknya performa tim yang dibesutnya. Dilansir dari Football Italia, pelatih berusia 53 tahun itu mengakui bahwa lini pertahanan timnya bermain sangat buruk dan membiarkan lawan mencetak gol dengan terlalu mudah. Ia menyebut malam tersebut sebagai momen paling gelap bagi skuadnya yang kini dituntut untuk segera memberikan reaksi positif di laga berikutnya.

Keputusan Runjaic untuk tidak melakukan pergantian pemain saat tertinggal 0-4 di babak pertama sempat memicu tanda tanya besar dari para jurnalis. Menanggapi kritik tersebut, ia berargumen bahwa memasukkan pemain baru dalam situasi tertinggal telak tidak akan banyak mengubah jalannya pertandingan secara instan. Pelatih asal Jerman tersebut memilih mempertahankan komposisi yang ada sembari memberikan apresiasi kepada pemain muda seperti Palma yang dinilai sudah berjuang maksimal di atas lapangan.

Kini, dengan koleksi lima poin dari 10 pertandingan awal yang menempatkan mereka di posisi ke-19 klasemen sementara, masa depan Runjaic menjadi topik panas yang paling disorot publik. Tekanan suporter dan manajemen klub tentu kian membara menghadapi jadwal berat selanjutnya melawan Venezia. Ketika disinggung mengenai ancaman pemecatan terhadap dirinya, sang pelatih memilih bersikap pasrah dan menyerahkan sepenuhnya keputusan tersebut kepada manajemen klub.