Badai besar kini tengah menerpa Udinese setelah mereka harus menelan pil pahit di kandang sendiri akhir pekan ini. Menjamu Lecce di Stadio Friuli, Bianconeri justru tak berkutik dan harus rela dibungkam tiga gol tanpa balas di hadapan pendukungnya sendiri. Situasi pelik ini langsung memantik kepanikan di dalam jajaran manajemen klub yang mulai mengevaluasi ulang masa depan sang juru taktik.

Gelontoran gol dari Kiolona Gaspar, Konan N’Dri, dan Jamil Siebert memastikan Lecce membawa pulang tiga poin penuh sekaligus memperpanjang rekor buruk tuan rumah. Berdasarkan laporan yang dilansir dari Football Italia, hasil minor ini merupakan kekalahan kelima secara beruntun yang diderita Udinese di kancah Serie A musim 2026-27, menyusul hasil buruk sebelumnya kontra Torino, Cagliari, Inter, dan Lazio.

Deretan hasil negatif tersebut membuat posisi Kosta Runjaic sebagai pelatih kepala kini berada di ambang pemecatan. Klub yang kini terpuruk di papan bawah dengan raihan empat poin dari tujuh pertandingan berada dalam ancaman nyata zona merah. Meski manajemen tidak langsung mengambil keputusan gegabah pasca-laga, diskusi internal intensif terkait masa depan kursi kepelatihan sudah mulai berjalan serius.

Tekanan berat tentu dirasakan oleh pelatih asal Jerman tersebut mengingat rekam jejaknya dalam dua musim sebelumnya sempat membawa klub finis di peringkat ke-12 dan ke-10. Kendati demikian, sepak bola modern sama sekali tidak mengenal kompromi ketika rentetan hasil buruk terus berlanjut tanpa adanya tanda-tanda kebangkitan yang signifikan dari atas lapangan.

Rumor bursa pelatih pengganti pun langsung berhembus kencang seiring krisis yang melanda markas Zebrette. Sejumlah laporan menyebutkan bahwa manajemen sudah mengantongi dua nama kandidat kuat pengganti jika Runjaic benar-benar didepak, yakni Thiago Motta dan Paolo Zanetti, yang disiapkan untuk menyelamatkan sisa musim ini.