Badai tekanan kini tengah menghantam Manchester United setelah mereka kembali gagal meraih kemenangan di kancah domestik. Hasil imbang 1-1 saat melawat ke markas Leeds United memperpanjang rentetan hasil negatif Setan Merah menjadi enam pertandingan beruntun tanpa kemenangan di semua kompetisi, dengan catatan tiga kali imbang dan tiga kekalahan.

Situasi pelik ini membuat posisi Michael Carrick sebagai juru taktik berada di ujung tanduk. Sejumlah laporan dari media Inggris dan Italia sempat mengaitkan mantan pelatih Tottenham, Antonio Conte, sebagai kandidat kuat yang siap merapat ke Old Trafford untuk mengambil alih kursi manajer di tengah musim yang berjalan kurang memuaskan ini.

Atmosfer Liga Champions
Pertandingan ketat di kompetisi Eropa menanti Manchester United.

Kendati manajemen klub dan suporter dibuat cemas oleh performa inkonsisten dengan hanya meraih dua kemenangan dari sepuluh laga awal musim ini, ruang ganti Setan Merah rupanya masih memberikan kepercayaan penuh kepada Carrick. Pembelaan terbuka sempat dilontarkan oleh bek tangguh Lisandro Martinez usai kekalahan di Liga Champions kontra Atletico Madrid, yang kemudian ditegaskan kembali oleh para pemain senior lainnya.

Berdasarkan laporan media Inggris, skuad meyakini bahwa sang pelatih masih layak mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki situasi tim. Tekad dan determinasi yang ditunjukkan anak asuh Carrick saat menghadapi Leeds akhir pekan kemarin menjadi bukti nyata bahwa ruang ganti masih berada di belakang sang manajer, meski lini serang mereka dinilai masih tumpul.

Keputusan manajemen untuk tetap mempertahankan Carrick berarti sang pelatih dipastikan akan tetap mendampingi tim dari pinggir lapangan ketika Setan Merah bertandang ke Italia. Duel akbar matchday ketiga Como di ajang Liga Champions pada tengah pekan nanti akan menjadi ujian krusial berikutnya bagi masa depan sang pelatih.

Dilansir dari Football Italia, Como sendiri menatap laga Eropa ini dengan modal positif usai sukses membungkam Fiorentina 3-1 di Serie A. Saat ini, kedua kesebelasan sama-sama mengoleksi tiga poin dari dua laga awal Liga Champions serta memiliki selisih gol yang identik, yakni +2, membuat bentrokan mendatang diprediksi bakal berjalan sangat sengit di tribun penonton.