Musim pramusim pertama Liverpool di bawah pelatih anyar, Andoni Iraola, tidak selalu mulus. Namun, ada satu titik terang yang mulai mencuri perhatian: penampilan menawan bek berusia 18 tahun, Ifeanyi Ndukwe. Bek jangkung asal Austria ini menjelma menjadi momok di lini belakang The Reds, meski harus menghadapi kenyataan pahit—ia belum bisa tampil di laga kompetitif pada 2026 karena aturan izin kerja pasca-Brexit.
Dalam empat laga uji coba, Liverpool meraih dua kemenangan dan dua kekalahan. Ndukwe, yang direkrut dari Austria Vienna dengan nilai transfer sekitar £2,6 juta (Rp52 miliar), justru mendapat menit bermain lebih banyak dari perkiraan. Hal ini tak lepas dari krisis bek tengah yang melanda skuad. Joe Gomez cedera di laga pramusim pertama, sementara rekrutan anyar seharga £60 juta (Rp1,2 triliun), Jeremy Jacquet, masih bergelut dengan cedera lutut. Giovanni Leoni juga sedang dalam masa pemulihan cedera serius.
Peluang itu tak disia-siakan Ndukwe. Dua kali tampil penuh 90 menit dan sekali bermain 80 menit, ia akhirnya dipercaya menjadi starter mendampingi kapten Virgil van Dijk saat melawan Monaco di Anfield, Minggu (10/8). Penampilannya langsung mengundang decak kagum suporter. Pemain setinggi 1,98 meter ini dengan tenang melakukan backheel untuk mengecoh Mika Biereth, lalu memenangi duel-duel penting di lini belakang. Catatan statistiknya pun impresif: 100% duel sukses saat melawan Monaco.
Kehilangan Ibrahima Konate yang hengkang ke klub Prancis membuat posisi pendamping Van Dijk di laga pembuka Premier League melawan Newcastle masih menjadi teka-teki. Namun, Ndukwe dipastikan absen. Aturan pasca-Brexit membuatnya gagal memenuhi target poin untuk mendapatkan izin kerja di Inggris. Ia tak bisa tampil di laga kompetitif sepanjang 2026, termasuk bersama tim utama. Meski begitu, Ndukwe masih bisa tampil di laga uji coba terakhir melawan Como pada 16 Agustus.
Jalur Karier yang Rumit
Ndukwe, yang merupakan pemain timnas muda Austria, saat ini belum memiliki poin cukup untuk mendapatkan Governing Body Endorsement (GBE). Ada jalur lain melalui skema Elite Significant Contribution (ESC), namun Liverpool hanya mendapat satu slot ESC musim ini karena persentase menit bermain pemain Inggris mereka di musim lalu hanya 35%. Slot itu sudah digunakan oleh Mor Talla Ndiaye, pemain Senegal berusia 18 tahun. Kondisi ini diperparah dengan hengkangnya sejumlah pemain Inggris seperti Trent Alexander-Arnold, Jarell Quansah, Tyler Morton, dan Harvey Elliott yang dipinjamkan.
Van Dijk sendiri memberikan pujian besar kepada Ndukwe. "Bakat besar, badan besar, dan dia mau belajar. Saya sempat bicara singkat dengannya beberapa hari terakhir. Dia harus terus berkembang. Saya tahu dia harus dipinjamkan, kita lihat ke mana," ujar Van Dijk. Agen Ndukwe, Georg Lederer, mengonfirmasi bahwa beberapa klub top Eropa sudah menunjukkan minat. Keputusan soal masa depan Ndukwe diharapkan rampung dalam dua pekan ke depan.
Ndukwe harus mengumpulkan 15 poin dari berbagai kategori selama masa pinjaman untuk bisa otomatis memenuhi syarat visa. Semakin berkualitas liga tempatnya bermain, semakin besar poin yang didapat. Dengan pilihan tepat, target poin itu bisa tercapai pada Januari, yang memungkinkan Ndukwe kembali dan tampil untuk Liverpool di sisa musim. Namun, hal ini menjadi pertimbangan bagi klub peminjam yang ingin memakai jasanya lebih lama.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang