Giringan narasi yang diunggah oleh salah satu media asal Malaysia jelang rangkaian Moto3 Malaysia mendadak memantik gelombang amarah publik dunia maya Tanah Air. Dilansir dari CNN Indonesia, ketegangan bermula ketika sebuah video menampilkan pembalap Hakim Danish seolah sedang mengajari Mario Aji cara membatik diiringi takarir kontroversial yang langsung membakar ruang komentar.

Unggahan tersebut langsung dianggap mengaburkan identitas budaya asli Indonesia sebagai pemilik sah tradisi batik. Publik meradang karena motif batik sendiri sudah melekat erat sebagai identitas kebanggaan, termasuk pada desain helm yang biasa dikenakan oleh Mario Aji di lintasan balap dunia.

Berbagai kecaman langsung mengalir deras dari netizen Indonesia yang menilai tindakan tersebut sengaja memancing sensitivitas budaya antarkedua negara jelang ajang balap internasional. Sejumlah komentar pedas menyebut tindakan itu ibarat mengajari ikan berenang, mengingat akar sejarah batik yang sangat kuat di Indonesia.

Polemik klaim budaya ini sejatinya bukan babak baru dalam hubungan bilateral Indonesia dan Malaysia. Isu serupa sempat memicu ketegangan di masa lalu sebelum akhirnya UNESCO secara resmi menetapkan dan mengakui batik Indonesia sebagai Warisan Budaya Takbenda pada 2 Oktober 2009 silam.

Pengakuan dunia internasional lewat badan PBB tersebut sekaligus menjadi tonggak sejarah yang melahirkan Hari Batik Nasional setiap tanggal 2 Oktober. Oleh sebab itu, berbagai upaya pengalihan narasi budaya di sela ajang Moto3 Malaysia ini langsung mendapat sorotan tajam dan penjagaan ketat dari warganet.