Insiden panas mewarnai Liga Brasil ketika bintang Santos harus meninggalkan lapangan lebih cepat akibat aturan baru yang melarang pemain menutup mulut saat berbicara. Keputusan kontroversial wasit ini langsung memicu kemarahan sang penyerang bintang yang merasa dijebak oleh lawannya di atas lapangan hijau.

Peristiwa bermula ketika Neymar terlibat perdebatan sengit dengan gelandang Bahia, Rodrigo Nestor, dalam kemenangan tipis satu gol tanpa balas. Sesuai regulasi yang diadopsi dari turnamen akbar dunia, tindakan menutup mulut saat berargumen dengan lawan langsung diganjar kartu merah untuk mencegah potensi pelecehan verbal.

Dilansir dari ESPN FC, sang pemain Selecao tersebut langsung meluapkan kekesalannya usai pertandingan. Ia mengeklaim bahwa dirinya bahkan belum sempat melontarkan sepatah kata pun sebelum wasit mengacungkan kartu merah, menyebut tindakan lawannya sebagai salah satu trik paling kotor dalam dunia sepak bola modern saat ini.

Di sisi lain, Rodrigo Nestor memberikan pembelaan keras atas reaksinya di atas lapangan. Gelandang Bahia itu menyatakan bahwa ucapan penyerang lawan sudah melewati batas kewajaran dan sangat tidak menghormati lambang klub yang ia bela, meski enggan membeberkan secara detail kalimat apa yang sebenarnya dilontarkan ke hadapannya.

Perdebatan ini berlanjut hingga ke ruang publik media sosial, di mana bintang lapangan hijau tersebut menuduh lawannya sengaja memanfaatkan aturan anti-rasisme demi keuntungan taktik di lapangan. Situasi pelik ini kini menjadi sorotan tajam di kompetisi domestik Brasil, memicu perdebatan luas di kalangan pecinta sepak bola tentang efektivitas aturan baru tersebut.