Dunia sepak bola wanita Amerika Serikat baru saja diguncang oleh sebuah perubahan besar yang mengubah peta kekuatan finansial liga. Dilansir dari ESPN FC, NWSL dan Asosiasi Pemain NWSL (NWSLPA) resmi mencapai kata sepakat untuk merombak aturan gaji yang selama ini membatasi pergerakan klub. Mulai 1 Januari 2027 mendatang, aturan restriktif yang kerap disebut sebagai "Aturan Rodman" resmi dihapus total oleh otoritas liga.

Keputusan krusial ini diambil setelah tercapainya penyelesaian atas berbagai sengketa buruh yang sempat memanas dalam beberapa musim terakhir. Kini, setiap pemain di liga memiliki kesempatan yang sama untuk dikategorikan sebagai High Impact Player (HIP) dan mengantongi bayaran fantastis bernilai jutaan dolar. Syarat utamanya kini jauh lebih inklusif, yakni hanya perlu mengantongi gaji sebesar 12 persen dari batas dasar gaji klub, membuka pintu lebar-lebar bagi bintang lapangan seperti Trinity Rodman untuk menerima kompensasi maksimal tanpa terganjal regulasi rumit.

Sebelumnya, aturan HIP yang diratifikasi tahun lalu memuat kriteria ketat yang hanya meloloskan segelintir pemain bintang, termasuk keharusan masuk dalam daftar media bergengsi. Hal ini sempat memicu ketegangan ketika Washington Spirit hampir kehilangan bintang andalan mereka akibat penolakan kontrak oleh komisioner liga. Berdasarkan kesepakatan damai terbaru ini, NWSL diwajibkan memberikan transparansi finansial yang lebih ketat kepada pihak pemain, termasuk pemberitahuan tertulis dalam 72 jam jika ada kontrak yang ditolak.

Selain masalah gaji, penyelesaian sengketa ini juga merembet pada aturan sponsor alas kaki yang sempat memicu gesekan di lapangan. Pemain seperti Michelle Cooper dari Kansas City Current sebelumnya sempat dijatuhi sanksi karena bersikeras mengenakan sepatu dari sponsor pribadinya. Berdasarkan resolusi baru, denda-denda tersebut resmi ditarik dan kesepakatan komersial individu kini dihormati, menyusul langkah merek terkait yang telah resmi menjadi pemasok liga.

Perubahan struktural ini diproyeksikan akan membuat batas pengeluaran total klub melonjak drastis hingga melampaui angka Rp91 Miliar pada tahun 2027, menggabungkan batas gaji dasar, pembagian pendapatan, serta dana khusus HIP. Eksekutif NWSLPA, Meghann Burke, menegaskan bahwa pencabutan kriteria restriktif ini merupakan bukti nyata kekuatan tawar kolektif pemain. Di sisi lain, pihak liga menilai kesepakatan ini memberikan kepastian jangka panjang demi menjaga keseimbangan kompetitif di atas rumput hijau.