Badai cedera langsung menghantam skuad AC Milan di awal musim 2026-2027 ini. Gelandang sayap Alexis Saelemaekers harus naik meja operasi di Amsterdam pada Selasa akibat masalah pada pergelangan kakinya. Dilansir dari Football Italia, pemain asal Belgia tersebut diprediksi bakal menepi dalam jangka waktu yang cukup panjang, berkisar antara tiga hingga lima bulan ke depan. Kehilangan ini tentu menjadi pukulan telak bagi pelatih Ruben Amorim yang tengah berupaya meramu taktik terbaiknya di Serie A.
Situasi pelik ini otomatis membuka celah lebar bagi para pemain anyar untuk segera unjuk gigi di atas lapangan. Media-media Italia langsung menyoroti nasib Omari Hutchinson yang didatangkan pada bursa transfer musim panas lalu dari Nottingham Forest dengan status pinjaman berpotensi permanen. Mahar penebusan permanen sang pemain winger muda Inggris tersebut dikabarkan menyentuh angka sekitar Rp800 Miliar. Sejauh ini, menit bermain Hutchinson masih sangat minim karena baru mengoleksi 18 menit di kasta tertinggi Liga Italia.
Sebelum cedera, Saelemaekers sempat dipercaya tampil dalam beberapa laga awal Serie A di bawah arahan taktik baru Amorim dalam formasi 3-4-2-1. Kini, dengan absennya sang pemain kunci plus opsi rotasi yang menipis, beban lini serang Rossoneri mau tidak mau harus dibagi secara merata kepada para rekrutan anyar. Selain Hutchinson, nama Diego Moreira yang sudah mencetak tiga gol dalam empat penampilan awalnya diprediksi bakal menjadi pilihan utama di sektor sayap.
Meski demikian, jalan bagi Hutchinson untuk merebut tempat utama sama sekali tidak akan berjalan mudah. Pemain berusia muda asal Inggris tersebut masih harus bersaing ketat dengan nama-nama beken yang sudah lebih dulu mencuri perhatian publik San Siro. Sebut saja bintang asal Amerika Serikat Christian Pulisic, Samuel Chukwueze, hingga Alphadjo Cisse yang tercatat jauh lebih mendominasi menit bermain pada musim kompetisi kali ini.
Satu-satunya kesempatan tampil sebagai starter bagi Hutchinson sejauh ini baru terjadi di ajang Europa League ketika menghadapi Benfica. Sayangnya, debut penuh tersebut harus berakhir antiklimaks tatkala ia ditarik keluar saat turun minum dalam laga yang berujung kekalahan dua gol tanpa balas di kandang sendiri. Kini, tekanan berada di pundak sang pemain untuk membuktikan bahwa harga mahalnya sepadan dengan kontribusi nyata di atas lapangan.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang