Musim mengejutkan yang ditampilkan oleh Sunderland usai promosi musim lalu kini berubah menjadi mimpi buruk di kancah domestik. Alih-alih menikmati status sebagai kuda hitam yang disegani, publik Stadion of Light justru dibuat cemas dengan performa tim kesayangan mereka yang terbenam di dasar klasemen sementara Premier League. Situasi ini menciptakan sebuah kontras yang tajam tatkala skuad asuhan Regis le Bris harus bersiap melawat ke markas raksasa Italia, AC Milan, di ajang Eropa.

Bayang-bayang kebanggaan tampil di panggung megah Benua Biru mendadak kabur oleh ancaman nyata degradasi. Kekalahan 1-3 dari Coventry City akhir pekan lalu memperpanjang tren negatif The Black Cats yang belum pernah meraih kemenangan liga sejak akhir Agustus silam. Dalam sembilan pertandingan awal musim ini, mereka sudah menelan enam kekalahan dan terpuruk di posisi juru kunci dengan catatan kebobolan mencapai 17 gol, sebuah kemerosotan drastis dibanding musim lalu ketika lini belakang mereka menjadi salah satu yang paling tangguh.

Kapten tim, Granit Xhaka, tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya atas rentetan kesalahan mendasar yang terus berulang di atas lapangan. Gelandang berpengalaman tersebut mengakui bahwa para pemain gagal menerjemahkan instruksi pelatih serta sesi latihan ke dalam pertandingan kompetitif. Kesalahan individu yang berujung onak di lini pertahanan membuat Sunderland harus membayar mahal setiap akhir pekan, sementara lawan-lawan domestik terus menghukum setiap celah kecil yang ditinggalkan barisan pertahanan.

Ironisnya, di saat compang-camping di kompetisi lokal, performa Sunderland di kancah Eropa justru berkebalikan seratus persen. Mereka bertengger di papan atas klasemen fase grup dengan koleksi dua kemenangan dan satu hasil imbang dari tiga laga, serta melaju ke perempat final Carabao Cup usai mendepak Brentford. Namun, energi dan fokus yang terpecah antara ambisi kontinental dan perjuangan bertahan hidup di liga domestik mulai menunjukkan dampaknya yang melelahkan bagi kebugaran skuad.

Sebelum terbang ke Italia pada bulan Desember mendatang, ujian berat sudah menanti di depan mata dengan deretan lawan tangguh seperti Chelsea, Aston Villa, Tottenham Hotspur, Liverpool, hingga rival sekota Newcastle United. Jika tidak segera bangkit dan membenahi fokus, duel krusial melawan sesama penghuni papan bawah Nottingham Forest bisa jadi jauh lebih menentukan nasib mereka ketimbang kemewahan malam Liga Europa di San Siro.