Gelandang bertahan Mikel Merino baru saja mengungkapkan kisah paling mencekam dalam hidupnya yang hampir merenggut nyawanya saat masih berseragam Borussia Dortmund. Pemain andalan Arsenal tersebut menceritakan bagaimana perubahan posisi duduk di dalam bus tim menyelamatkannya dari ledakan bom mematikan pada tahun 2017 silam. Insiden kelam itu terjadi ketika skuad Dortmund sedang dalam perjalanan menuju pertandingan penting di Champions League menghadapi AS Monaco.
Dilansir dari BBC Sport, tiga buah bom yang dipenuhi serpihan logam diledakkan di dekat jalur bus tim. Sebuah potongan logam besar dilapisi serpihan tajam bahkan menancap tepat di sandaran kepala kursi yang biasa ditempati oleh Merino. Beruntung, pada hari nahas tersebut, ia memutuskan pindah kursi karena merasakan otot kakinya sedikit kaku. Keputusan refleks sepersekian detik itu diyakini telah menyelamatkan nyawanya dari tragedi berdarah yang membuat bus hampir terbalik di tengah kepulan asap.
Tidak hanya lolos dari maut di masa lalu, pemain tim nasional Spanyol ini juga membagikan kisah perjuangan mental dan fisik yang luar biasa demi tampil di Piala Dunia. Setelah sempat divonis harus absen selama enam bulan akibat cedera retak tulang metatarsal pada bulan Februari, ia menolak menyerah begitu saja. Bersama sang pelatih Mikel Arteta dan tim medis klub, ia berjuang keras mempercepat proses pemulihan hingga akhirnya bisa kembali merumput dan mewujudkan mimpi besar memperkuat negaranya.
Kisah ketangguhan mental Mikel Merino ini membuktikan bahwa dedikasi tinggi seorang atlet profesional mampu melampaui batas-batas fisik yang mustahil. Dari teror bom yang nyaris merenggut nyawa hingga badai cedera parah, ia terus bangkit dan membuktikan kapasitasnya di level tertinggi sepak bola dunia. Dukungan penuh dari orang-orang terdekat serta tekad baja membuatnya kini berdiri sebagai salah satu pilar penting di lini tengah Meriam London.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang