Keputusan Tottenham Hotspur melepas Will Lankshear ke Middlesbrough pada bursa transfer musim panas lalu kini memicu gelombang kekecewaan di kalangan suporter. Penyerang muda berusia 21 tahun ini tampil luar biasa dengan mencetak sembilan gol dari 12 pertandingan bersama klub berjuluk The Boro tersebut. Ketajaman di kotak penalti serta insting gol yang luar biasa membuat Lankshear langsung menjadi idola baru di Riverside Stadium, sementara mantan klubnya justru tercecer di papan bawah klasemen Premier League.
Dilansir dari BBC Sport, Lankshear dilepas dengan nilai transfer awal sekitar Rp200 Juta yang bisa melonjak hingga Rp400 Juta melalui berbagai klausul tambahan. Keputusan finansial manajemen Spurs ini dipertanyakan banyak pihak, terutama mengingat lini serang tim asuhan pelatih Ange Postecoglou sempat mengalami paceklik gol yang parah selama lima bulan sebelum Dominic Solanke mencetak gol ke gawang Manchester United. Di sisi lain, Middlesbrough melaju kencang di papan atas zona promosi Championship.
Mantan kiper Spurs, Paul Robinson, menilai langkah tersebut sudah tepat bagi perkembangan sang pemain muda untuk mencari pengalaman reguler di tim senior. Menurutnya, terjun langsung di kompetisi level senior jauh lebih berharga ketimbang hanya bermain di tim akademi atau kelompok umur. Hal senada diungkapkan oleh komentator lokal Mark Drury yang memuji fisik kokoh, kemampuan duel udara, serta ketenangan Lankshear dalam memaksimalkan setiap peluang matang yang diciptakan rekan setimnya di atas lapangan.
Gaya permainan dan jalur karier Lankshear kerap mengundang perbandingan dengan legenda Tottenham Hotspur yaitu Harry Kane. Sama-sama bertubuh jangkung dengan tinggi 188 cm, mengawali perjalanan dari akademi klub lain sebelum bersinar, serta sempat mengalami masa peminjaman yang naik-turun. Mantan pemain akademi Arsenal dan Sheffield United ini kini bahkan sudah mencetak gol debut bersama timnas Inggris U-21 pada bulan September lalu, membuka kans pemanggilan ke tim senior di masa depan.
Meskipun Spurs memiliki klausul hak istimewa untuk menyamai tawaran klub lain di masa depan serta hak keuntungan penjualan sebesar 20 persen, mereka tidak memiliki klausul pembelian kembali secara instan. Situasi ini membuat suporter hanya bisa meratapi kepergian pemain yang dinilai memiliki atribut lengkap untuk menjadi mesin gol masa depan. Dengan performa yang terus menanjak, Lankshear kini berpeluang besar kembali mencicipi kasta tertinggi Liga Inggris, baik bersama Middlesbrough maupun klub lainnya.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang