Dunia sepak bola sempat dikejutkan ketika Pep Guardiola memberikan pesan dukungan terbuka melalui media sosial menyusul keputusan bersalah yang dijatuhkan kepada Manchester City atas pelanggaran aturan finansial. Walau sudah meninggalkan kursi kepelatihan pada musim panas lalu, mantan juru taktik asal Spanyol itu tetap menunjukkan loyalitasnya kepada petinggi klub di tengah badai krisis yang melanda Etihad Stadium.

Dilansir dari BBC Sport, perjalanan komentar Guardiola terkait investigasi ini telah berlangsung bertahun-tahun sejak rumor pertama mencuat pada 2019 silam. Pelatih berkepala plontos itu selalu pasang badan, mengecam pihak-pihak yang dianggap telah menghakimi klub sebelum ada keputusan resmi. Bahkan, dalam beberapa kesempatan konferensi pers di masa lalu, ia menegaskan keyakinannya seratus persen terhadap kejujuran jajaran manajemen City terkait pembelaan kasus hukum tersebut.

Meski demikian, janji awal Guardiola untuk mundur jika terbukti ada kebohongan dari petinggi klub tidak terwujud secara langsung mengingat dirinya sudah lengser sebelum vonis akhir diketok. Kini, di tengah upaya klub mengajukan banding atas vonis bersalah tersebut, sang mantan pelatih tetap memegang peran sebagai duta global City Football Group. Kehadirannya dalam laga Paris Saint-Germain di ajang Liga Champions pekan depan diprediksi bakal menjadi sorotan publik tribun.

Banyak pihak menilai bahwa sikap diam Guardiola pasca-vonis resmi diumumkan sangat kontras dengan pembelaannya yang begitu berapi-api di masa lampau. Publik kini menanti bagaimana kelanjutan nasib klub peraih banyak trofi domestik ini di kancah sepak bola Inggris, sementara para petinggi klub terus berupaya memutar balikkan putusan demi menjaga reputasi jangka panjang mereka.