Eks manajer Pep Guardiola dijadwalkan bakal hadir langsung di Stadion Etihad untuk menyaksikan duel Manchester City kontra Paris Saint-Germain di ajang Liga Champions pekan depan. Dilansir dari BBC Sport, ini akan menjadi kepulangan perdana juru taktik asal Spanyol tersebut ke markas The Citizens setelah ia memutuskan menanggalkan jabatannya pada akhir musim lalu menyusul masa bakti satu dekade yang penuh dengan gelimang trofi bergengsi.

Kehadiran sosok yang mempersembahkan enam gelar Liga Inggris bagi City ini dipastikan menyedot perhatian publik tribun Etihad. Terlebih, laga kandang tersebut merupakan partai perdana di stadion kebanggaan mereka setelah komisi independen menjatuhkan vonis bersalah terkait sebagian besar dari 115 dakwaan regulasi finansial Premier League. Di tengah badai investigasi dan banding yang sedang diajukan klub atas tuduhan manipulasi komersial senilai sekitar Rp16,6 Triliun, kehadiran sang mantan pelatih menyuarakan dukungan emosional yang kuat bagi klub.

Dalam pernyataan resminya belum lama ini, pelatih berusia 55 tahun tersebut secara tegas menyatakan posisinya untuk terus mendampingi manajemen, jajaran direksi, hingga para pendukung setia. Komitmen tersebut menegaskan bahwa ikatan emosional antara dirinya dan publik Etihad tidak luntur meski klub kini tengah berada dalam tekanan investigasi finansial yang masif dari otoritas Liga Inggris. Dukungan terbuka ini diyakini mampu membakar semangat para pemain yang kini berada di bawah komando pelatih anyar.

Sebelum menjamu raksasa Prancis PSG di ajang Eropa, skuad asuhan Enzo Maresca harus terlebih dahulu melakoni ujian berat di kancah domestik menghadapi Liverpool di Stadion Anfield. Atmosfer panas dipastikan bakal menyelimuti pertandingan akhir pekan tersebut menyusul tensi tinggi yang melingkupi situasi klub belakangan ini. Performa tim di atas lapangan kini menjadi sorotan utama untuk membuktikan bahwa rentetan prestasi masa lalu tetap menjadi fondasi kuat di tengah goncangan eksternal.

Selama sepuluh tahun membesut Manchester City, Guardiola menorehkan tinta emas lewat raihan enam titel Premier League, termasuk rekor empat kali juara beruntun, trofi Liga Champions, serta deretan Piala FA dan Piala Liga. Loyalitas yang pernah ia ikrarkan sebelumnya, di mana ia menegaskan akan tetap bertahan meski klub harus menghadapi skenario terburuk degradasi, kini kembali dikenang para pendukung sebagai bentuk dedikasi luar biasa terhadap klub Manchester biru.