Dunia kepelatihan sepak bola modern seringkali digambarkan sebagai medan perang yang menuntut pengorbanan luar biasa. Masalah kesehatan yang baru-baru ini dialami oleh pelatih Bayern Munich, Vincent Kompany, menjadi pengingat nyata bahwa profesi ini tidak hanya menguras pikiran, tetapi juga membebani fisik secara ekstrem. Dilansir dari BBC Sport, mantan manajer berpengalaman Tony Pulis membagikan pandangannya mengenai bahaya tersembunyi di balik tekanan kursi panas manajerial.
Pulis mengenang bagaimana awal kariernya di Bournemouth pada tahun 1992 dipenuhi dengan beban kerja yang masif. Mulai dari mengurus perekrutan pemain, menyusun strategi latihan, hingga memikul tanggung jawab penuh atas hasil akhir pertandingan. Tekanan bertumpuk ketika tim mulai mendulang hasil buruk dan kritik pedas dari publik mengarah langsung kepada dirinya. Pola makan yang buruk di jalan raya demi memantau pemain muda kian memperparah kondisi fisiknya kala itu.
Titik balik baru terjadi setelah Pulis mendapat nasihat blak-blakan dari seorang triatlet asal Australia pada tahun 1994. Sejak saat itu, ia bertekad untuk selalu memprioritaskan kebugaran fisik sebelum memulai hari di klub yang ia tangani. Rutinitas berolahraga, mengikuti ajang maraton, hingga bersepedah jarak jauh menjadi katup pengaman untuk meredam tingkat stres yang menggunung sekaligus memperbaiki kualitas tidurnya di malam hari.
Selain menjaga kebugaran tubuh, Pulis juga menekankan pentingnya memiliki benteng pertahanan mental yang kuat. Ia mengaku tidak pernah membaca pemberitaan media, baik saat dipuji maupun dicaci, demi menjaga kewarasannya. Dukungan penuh dari keluarga setiap hari Minggu juga menjadi ritual wajib untuk mengalihkan pikiran dari ketatnya persaingan di atas lapangan hijau.
Kini, lanskap sepak bola profesional dinilai sudah jauh lebih baik dalam memberikan perhatian kepada staf pelatih. Kehadiran program kesehatan khusus dari League Managers' Association serta dukungan tim medis klub membuat para juru taktik tidak lagi merasa sendirian menghadapi kerasnya tekanan kompetisi seperti era kepelatihan masa lalu.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang