Manajemen Persija Jakarta secara tegas mengecam aksi penyerangan brutal yang menimpa rombongan tim Elite Pro Academy Persib Bandung di Rest Area Batang, Jawa Tengah. Insiden yang terjadi pada Minggu malam tersebut langsung memantik keprihatinan mendalam dari berbagai kalangan pencinta sepak bola nasional, mengingat korban merupakan para pemain muda yang tengah meniti karier profesional mereka di lapangan hijau.
Melalui pernyataan resminya, klub berjuluk Macan Kemayoran ini menyatakan tidak ada satu pun pembenaran untuk tindakan destruktif dengan dalih rivalitas. Manajemen menilai perusakan kendaraan dan ancaman terhadap keselamatan pemain serta oficial tim merupakan bentuk pelanggaran berat yang mencederai nilai sportivitas serta semangat persaudaraan antarsuporter di Indonesia.
Lebih lanjut, klub kebanggaan ibu kota tersebut mendesak agar aparat penegak hukum segera mengusut tuntas kasus ini secara objektif. Menurut mereka, tidak boleh ada ruang toleransi bagi aksi kekerasan yang mencoreng citra kompetisi sepak bola usia muda maupun turnamen profesional di tanah air secara keseluruhan.
Insiden penyerangan ini sendiri sempat viral di media sosial setelah rekaman video memperlihatkan detik-detik bus rombongan pemain muda Maung Bandung digeruduk di area istirahat tol. Wajah-wajah para terduga pelaku bahkan tampak jelas dalam rekaman yang beredar luas, memudahkan pihak berwenang untuk melakukan identifikasi awal dalam proses penyelidikan hukum.
Manajemen Persija menutup pernyataan mereka dengan mengajak seluruh elemen suporter untuk menunjukkan kedewasaan dalam mendukung klub masing-masing. Rivalitas mutlak hanya tersaji selama 90 menit di atas rumput hijau, sementara keselamatan jiwa manusia dan masa depan bibit-bibit muda sepak bola jauh lebih berharga daripada ego sektoral.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang