Malam penuh air mata di Stadion Monumental, Buenos Aires, menandai akhir dari sebuah era megah bagi sepak bola Argentina. Sebanyak 85.000 suporter memadati tribun untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sang kapten legendaris, Lionel Messi, yang resmi menutup lembaran manis bersama Tim Nasional Argentina dalam laga uji coba menghadapi Benin.

Pertandingan yang berkesudahan dengan skor 3-0 tersebut tidak sekadar menjadi ajang seremoni, melainkan sebuah kilas balik dari perjalanan dua dekade lebih sang pemain mengenakan jersey Albiceleste. Dilansir dari ESPN FC, atmosfer stadion bergemuruh sejak menit pertama ketika puluhan ribu pasang mata menyaksikan aksi magis sang megabintang untuk terakhir kalinya di panggung internasional.

Gol pembuka lahir di paruh kedua melalui kerja sama simbolis ketika tendangan sudut Messi disambar oleh Nicolas Otamendi. Namun, sorotan terbesar justru jatuh pada proses terjadinya gol kedua yang melibatkan calon pewaris nomor punggung 10, Nico Paz. Gelandang muda berbakat asal Como tersebut sukses meneruskan kombinasi apik dengan sang maestro untuk menceploskan bola ke sudut gawang.

Momen paling dinanti akhirnya tiba ketika Argentina mendapatkan hadiah penalti di paruh babak kedua. Dengan tenang, La Pulga mengeksekusi bola secara sempurna ke sudut atas gawang Benin, menciptakan kenangan abadi yang direkam oleh puluhan ribu ponsel suporter yang hadir di stadion.

Di sisi lain, masa depan Timnas Argentina pasca-peninggalan sang legenda mendapat angin segar berkat indikasi positif dari sang juru taktik. Pelatih Lionel Scaloni dikabarkan semakin dekat untuk memperpanjang masa baktinya, memberikan kepastian stabilitas bagi skuad yang kini dihuni banyak talenta muda berbakat.