Panggung sepak bola internasional baru saja menyaksikan akhir dari sebuah era ketika Lionel Messi melakoni laga perpisahan emosional bersama tim nasional Argentina. Dalam pertandingan persahabatan terakhir melawan Benin yang berakhir dengan skor 3-0 di Buenos Aires, sang megabintang menyumbangkan satu gol dan dua assist untuk menutup perjalanan manisnya di level negara. Catatan 208 caps, 126 gol, plus trofi Piala Dunia serta dua Copa America menegaskan statusnya sebagai salah satu yang terbaik sepanjang masa, meninggalkan lubang besar di skuad asuhan Lionel Scaloni.

Meski ditinggal sang maestro, masa depan lini serang Albiceleste tampaknya tetap berada di tangan yang tepat berkat berkah dari kompetisi Serie A. Media-media Amerika Selatan mulai menyoroti dua talenta muda berbakat yang kini berkarier di Italia dan diproyeksikan menjadi penerus utama. Nama pertama yang mencuri perhatian adalah gelandang muda Nico Paz yang kini memperkuat Como, di mana ia tampil luar biasa dalam laga perpisahan Messi dengan mencetak gol indah dari luar kotak penalti.

Performa impresif tersebut melengkapi catatan apiknya dengan torehan tiga gol dari tiga pertandingan sepanjang jeda internasional. ESPN Argentina bahkan mendeskripsikan penampilan pemain muda tersebut sebagai pameran generasi baru yang siap memikul beban berat di pundak mereka. Tak tanggung-tanggung, rumor kencang menyebutkan bahwa Nico Paz bahkan menjadi kandidat kuat untuk mewarisi nomor punggung 10 ikonik yang telah melekat pada diri Messi selama 15 tahun terakhir di tim nasional.

Selain Paz, sorotan tajam juga mengarah kepada Franco Mastantuono yang saat ini sedang menjalani masa peminjaman di Fiorentina dari klub Spanyol Real Madrid. Pemuda berusia 19 tahun ini sebelumnya sempat menggebrak Serie A lewat torehan hat-trick pertama dalam karier profesionalnya saat membawa timnya menang 4-2 atas Venezia sebelum jeda internasional, lalu kembali mencatatkan namanya di papan skor saat Argentina membantai Burkina Faso 7-0.

Secara taktik, kedua pemain muda ini menawarkan variasi menarik bagi pelatih Scaloni di sepertiga akhir lapangan hijau. Mastantuono kerap beroperasi di sisi kanan lapangan dengan mengandalkan kaki kirinya yang mematikan untuk menusuk ke dalam, sementara Paz lebih sering bersinar saat memerankan posisi gelandang di area sentral. Dengan temperamen tangguh yang telah mereka tunjukkan di panggung internasional, publik sepak bola Argentina kini bisa sedikit bernapas lega menatap era baru tanpa sang legenda.