Aksi membanggakan ditunjukkan oleh Timnas Malaysia U-15 dalam ajang FIFA U-15 World Cup and Festival 2026 yang berlangsung di Baku, Azerbaijan. Harimau Muda sukses mencatatkan tinta emas sebagai wakil Asia Tenggara dengan performa paling mentereng di fase grup edisi perdana turnamen kelompok usia tersebut. Berdasarkan laporan dari CNN Indonesia, mereka berhasil mengamankan posisi runner-up di Grup H dan bersiap menghadapi tantangan selanjutnya di Tier B.
Perjalanan konsisten ditunjukkan oleh skuad muda negeri jiran tersebut sepanjang babak penyisihan grup. Dari lima pertandingan yang dilakoni, mereka mengemas total 10 poin hasil dari tiga kemenangan, satu kali imbang, dan hanya menelan satu kekalahan tipis. Dominasi mereka terlihat nyata ketika membantai Ethiopia lima gol tanpa balas, serta menaklukkan Dominica dan Suriah dengan skor identik 3-1. Satu-satunya hasil imbang diraih saat bersua Hungaria 1-1, sebelum akhirnya takluk tipis 0-1 dari Meksiko.
Pencapaian impresif ini langsung melambungkan posisi Malaysia sebagai yang terbaik di antara negara-negara Asia Tenggara lainnya di ajang dunia ini. Sebagai perbandingan, rival sekota seperti Timnas Indonesia U-15, Thailand, dan Vietnam harus puas mengakhiri fase grup di peringkat ketiga grup masing-masing. Sementara itu, negara Asia Tenggara lainnya seperti Myanmar, Singapura, Timor Leste, dan Brunei Darussalam tertahan di posisi yang lebih rendah.
Format unik diterapkan pada FIFA U-15 World Cup and Festival 2026 ini dengan menggunakan delapan pemain per tim serta durasi 2 x 20 menit per pertandingan. Pasca fase grup rampung, kontestan dibagi ke dalam enam tier berbeda berdasarkan pencapaian mereka. Keberhasilan finis sebagai runner-up grup membawa Malaysia melaju ke Tier B dan dijadwalkan bersua tantangan berat kontra Afrika Selatan.
Di sisi lain, wakil-wakil Asia Tenggara yang menduduki peringkat ketiga grup seperti Indonesia, Thailand, dan Vietnam harus puas melangkah ke Tier C. Pada babak lanjutan tersebut, Garuda Muda dijadwalkan langsung berhadapan dengan Moldova. Perjuangan panjang di turnamen usia muda ini tentu menjadi tolok ukur penting bagi perkembangan masa depan sepak bola di kawasan Asia Tenggara.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang