Teka-teki mengenai masa depan internasional penyerang Nicolò Tresoldi akhirnya mulai menemui titik terang meski belum ada keputusan final. Sang ayah, Emanuele Tresoldi, menegaskan bahwa putranya tidak akan memilih antara Italia atau Jerman berdasarkan kesempatan taktis semata. Penyerang muda yang kini membela klub Belgia, Club Brugge, tersebut masih memegang teguh pilihan yang digerakkan oleh kata hati setelah ia menuntaskan siklus bersama tim nasional kelompok umur.
Lahir di Italia sebelum hijrah ke Jerman di usia muda, penyerang berusia 22 tahun ini memang memiliki opsi ganda yang sangat diperebutkan. Selepas memperkuat Jerman di ajang Euro U-21 musim panas mendatang, pemain yang tampil tajam dengan catatan enam gol dari sepuluh penampilan awal bersama klubnya itu baru akan menentukan pilihan tim senior. Dilansir dari Football Italia, sang ayah menyebutkan bahwa perjalanan karier anaknya sempat nyaris berbelok ke Inggris sebelum akhirnya berkembang pesat di akademi Hannover.
Situasi pelik ini turut melibatkan perhatian khusus dari para tokoh penting sepak bola Eropa, termasuk mantan pelatih tim nasional yang sempat memantau langsung perkembangannya di lapangan. Di level klub, ambisi besar juga disimpan rapat oleh sang pemain terkait masa depannya di kompetisi domestik. Sang ayah mengonfirmasi bahwa mengenakan jersey AC Milan tetap menjadi impian terbesar bagi sang penyerang dalam karier profesionalnya.
Loyalitas sang pemain terhadap klub impian masa kecilnya bahkan diuji ketika disinggung mengenai potensi keturunan dari rival sekota AC Milan. Menurut sang ayah, kecil kemungkinan putranya bakal menerima pinangan dari tetangga satu kota tersebut karena faktor loyalitas suporter yang begitu kuat. Pandangan ini tentu menambah bumbu tersendiri jelang duel penting di panggung antarklub Eropa yang mempertemukan sang penyerang dengan raksasa Italia.
Ujian terdekat bagi sang penyerang muda akan tersaji di lapangan hijau ketika ia memimpin lini serang dalam lawatan penting ke markas lawan di Italia. Perjuangan keras dari bawah tanpa atribut bintang super kini mulai membuahkan hasil manis di level tertinggi benua biru. Sang ayah tentu merasakan kebanggaan luar biasa melihat buah hatinya menaklukkan berbagai rintangan hingga bisa berdiri sejajar di panggung elite Liga Champions.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang