Kegagalan tragis menimpa Chengdu Rongcheng setelah mereka secara mengejutkan harus merelakan gelar juara Liga Super Tiongkok melayang di pekan-pekan pemungkas. Memimpin dengan selisih yang sangat nyaman di puncak klasemen, skuad asuhan pelatih John Aloisi justru mengalami antiklimaks performa yang luar biasa buruk pada paruh akhir musim. Rekor buruk menelan kekalahan beruntun membuat keunggulan poin yang tadinya masif sirna begitu saja di tikungan terakhir kompetisi.
Puncak dari kepedihan tersebut terjadi ketika mereka takluk 2-3 dari Shandong Taishan pada laga pemungkas, sementara rival terdekat mereka memanfaatkan situasi dengan sempurna. Kegagalan mendulang poin krusial membuat Dalian Yingbo sukses menyalip di tikungan tajam berkat keunggulan rekor head-to-head. Padahal, tambahan satu angka saja di laga pamungkas sudah cukup bagi John Aloisi dan anak asuhnya untuk mengunci trofi juara musim ini.
Pertandingan penentuan itu sendiri langsung berjalan mimpi buruk bagi Chengdu setelah tertinggal dua gol cepat dalam kurun waktu 25 menit awal akibat aksi Raphael Merkies dan Guilherme Madruga. Meskipun sempat memperkecil kedudukan lewat Felipe Silva serta gol penegas dari Wellington Silva di sisa waktu pertandingan, mentalitas mereka sudah telanjur runtuh di bawah tekanan besar. Skor akhir memaksa mereka gigit gigi dan melihat pesta juara dirayakan oleh lawan.
Di tempat berbeda, Dalian memastikan takhta juara usai mengemas kemenangan meyakinkan di depan pendukung sendiri berkat kontribusi gol dari Yang Mingrui, penalti Xadas, serta lesakan penentu Liao Jintao dan Huang Shan. Rangkaian hasil minor ini melengkapi catatan kelam Chengdu yang hanya mampu meraup satu poin dari lima pertandingan terakhirnya. Situasi ini langsung sejajar dengan sejarah kelam kolapsnya beberapa tim besar dunia di masa lalu.
Kegagalan dramatis ini langsung mengingatkan para pecinta sepak bola pada memori kelam ketika Newcastle United pernah kehilangan keunggulan 12 poin atas Manchester United pada musim 1995-1996. Tekanan mental di pekan-pekan krusial terbukti menjadi ujian paling berat bagi tim mana pun yang berada di ambang sejarah besar. Kini, John Aloisi dan timnya harus merenungi musim yang seharusnya berakhir manis namun berubah menjadi salah satu tragedi terbesar dalam sejarah sepak bola.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang