Menutup jeda internasional FIFA dengan catatan gemilang lewat empat kemenangan beruntun, pelatih Mauricio Pochettino langsung memberikan tantangan baru yang tidak mudah bagi skuad mudanya. Juru taktik asal Argentina itu meminta para pemainnya agar tidak cepat berpuas diri setelah sukses menaklukkan Kanada dengan skor tipis 1-0 di St. Paul, Minnesota. Gol semata wayang dari Justin Ellis pada menit ke-29 memastikan kemenangan sempurna, namun bagi sang pelatih, pekerjaan rumah yang sesungguhnya baru saja dimulai di level klub.
Kemenangan atas tetangga utara tersebut diraih berkat kerja keras di atas lapangan, termasuk ketika menahan gempuran bertubi-tubi di babak kedua yang nyaris berbuah gol penyeimbang dari Kanada. Dilansir dari ESPN FC, Pochettino menegaskan bahwa status sebagai pemain internasional tidak lantas membuat mereka bisa bersantai atau meminta rekan setim berlari untuk mereka. Mentalitas kerja keras dan kolektivitas harus terus dibawa pulang ke klub masing-masing untuk menjaga standar performa yang sudah dibangun selama dua setengah pekan terakhir bersama tim nasional.
Selama periode jeda internasional yang melelahkan ini, Timnas AS sukses merotasi seluruh 28 pemain yang dipanggil, di mana 13 nama di antaranya mencatatkan caps perdana dan tujuh pemain berbeda turut menyumbang gol. Kombinasi pemain muda berbakat dan pilar senior di dalam tim dinilai Pochettino sebagai modal krusial untuk melangkah lebih jauh. Konsistensi dalam hal komitmen, gairah, dan intensitas di tiga zona waktu berbeda selama tur tersebut menunjukkan bahwa skuad ini memiliki ruang besar untuk berkembang pesat di masa depan.
Suasana positif yang terjaga di dalam ruang ganti tanpa ada satu pun keluhan negatif selama dua pekan pemusatan latihan menjadi kunci keberhasilan para pemain mengekspresikan bakat terbaik mereka di atas lapangan. Standar tinggi yang telah ditetapkan ini tidak boleh turun sedikit pun ketika para penggawa muda kembali berseragam klub mereka masing-masing di kompetisi domestik akhir pekan ini.
Ujian berikutnya bagi Amerika Serikat sudah menanti di depan mata dalam babak perempat final Concacaf Nations League melawan Haiti. Rangkaian dua leg pertandingan tersebut akan ditutup dengan leg kedua yang dijadwalkan berlangsung di Cincinnati pada 17 November mendatang. Pochettino sendiri mengaku sama sekali tidak khawatir mengenai penurunan level permainan, asalkan mentalitas kompetitif ini terus dipelihara oleh setiap pemain setiap kali mereka mendapatkan panggilan negara.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang