Karier Paul Pogba kembali menerima pukulan telak. AS Monaco dikabarkan telah membuka negosiasi untuk mengakhiri kontrak gelandang berusia 33 tahun itu secara mutual agreement, hanya setahun setelah ia bergabung. Menurut jurnalis transfer Fabrizio Romano, klub Ligue 1 tersebut tengah merundingkan penyelesaian finansial untuk membatalkan kontrak yang semestinya berlaku hingga 2027.

Keputusan ini dipicu oleh cedera paha yang diderita Pogba dalam latihan pramusim. Musim pertamanya bersama Monaco sejak kembali dari larangan doping diwarnai berbagai cedera. Gelandang asal Prancis itu hanya tampil 115 menit dalam enam penampilan sebagai pemain pengganti sepanjang musim 2025/26, dan baru bermain 45 menit dalam laga uji coba musim panas ini.

Pogba bergabung dengan Monaco pada Juni 2025 dengan status bebas transfer, bertekad membangun kembali kariernya setelah menjalani larangan anti-doping selama 18 bulan. Larangan empat tahun yang dijatuhkan pada akhir 2023 akibat tes positif DHEA saat di Juventus, kemudian dikurangi oleh Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) menjadi 18 bulan, sehingga ia boleh kembali bermain pada awal 2025.

Namun, masalah fisik yang berulang—cedera lutut dan otot—menghambat kebangkitannya. Kegagalan dalam latihan terakhir semakin mempercepat langkah Monaco untuk melepasnya sebelum batas waktu transfer. Ini menjadi akhir yang dramatis bagi salah satu gelandang terbaik generasinya.

Pogba tetap menjadi rekrutan termahal Manchester United, setelah kembali dari Juventus pada 2016 dengan rekor dunia saat itu senilai £89 juta (sekitar Rp1,78 triliun). Puncak kariernya diwarnai empat gelar Serie A beruntun bersama Juventus, gol di final Piala Dunia 2018 saat Prancis juara, serta trofi Liga Europa dan Piala Liga bersama United.

Sejak meninggalkan Old Trafford untuk kedua kalinya pada 2022, kariernya terus dibayangi cedera kronis dan hukuman doping. Kini, masa depannya kembali menjadi tanda tanya besar, dengan potensi hengkang dari Monaco sebelum bursa transfer ditutup.