Badai performa negatif tengah menghantam Jonatan Christie setelah serangkaian hasil buruk di berbagai turnamen bulu tangkis internasional. Mantan pebulu tangkis tunggal putra nomor satu dunia ini harus menyaksikan pundi-pundi poinnya terus terkikis drastis dalam beberapa waktu terakhir akibat sering tersingkir di babak awal.

Situasi pelik ini bermula ketika Jonatan Christie menduduki takhta tertinggi dunia pada 25 Agustus lalu dengan koleksi 87.631 poin. Sayangnya, kegagalan mempertahankan gelar juara tahun lalu seperti di Denmark Open dan kekalahan dini di French Open membuat posisinya melorot tajam ke peringkat keenam dunia dengan raihan 80.031 poin.

Tekanan bagi Jonatan Christie dipastikan belum akan reda dalam waktu dekat mengingat statusnya sebagai juara bertahan di Hylo Open pekan ini. Jika gagal mempertahankan trofi tersebut, pengurangan poin masif sudah menanti dan bakal semakin memperburuk posisi sang atlet di daftar ranking BWF.

Tak berhenti sampai di situ, ancaman hilangnya poin susulan juga mengintai pada penghujung tahun ini karena peluang tampil di BWF World Tour Finals menipis. Berada di posisi ke-12 Race to BWF World Tour Finals membuat langkahnya terasa berat untuk menembus zona delapan besar.

Absennya sang atlet dari turnamen Korea Open dan Kumamoto Masters pada November mendatang kian menutup celah untuk memperbaiki perolehan angka. Kondisi ini membuat perjuangan Jonatan Christie untuk bangkit dari keterpurukan ranking BWF menjadi ujian yang sangat berat di sisa musim kompetisi.