Sesi practice Mario Aji di ajang Moto2 Mandalika Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 diwarnai perjuangan keras dan insiden menegangkan di lintasan. Pembalap kebanggaan tanah air tersebut harus puas mengakhiri sesi latihan resmi di posisi ke-23 setelah berjuang menghadapi ketatnya persaingan kelas menengah. Sepanjang sesi, pembalap asal Indonesia ini sempat naik turun posisi sebelum akhirnya terpaut jarak waktu yang cukup signifikan dari para pesaing terdepan yang mendominasi catatan waktu sirkuit.

Berdasarkan hasil resmi sesi latihan, catatan waktu Mario menempatkannya di luar jajaran 10 besar pembalap tercepat. Ia sempat mencoba memperbaiki ritme balapnya dan menduduki peringkat ke-16 sebelum posisinya melorot ke tangga ke-18, dan akhirnya ditutup pada urutan ke-23 mendekati akhir sesi practice. Performa ini tentu menjadi bahan evaluasi penting bagi tim dalam menghadapi sisa akhir pekan balapan kandang di hadapan publik sendiri yang memadati Sirkuit Mandalika.

Sementara itu, posisi puncak pembalap tercepat dikuasai oleh Izan Guevara yang tampil impresif melibas aspal sirkuit. Guevara dibuntuti ketat oleh Senna Agius dan Alonso Lopez di posisi teratas, sementara Alex Escrig serta Daniel Holgado juga turut merangsek ke barisan depan. Dominasi para pebalap ini memberikan tekanan tersendiri bagi seluruh peserta yang harus mencari setelan terbaik motor mereka demi mengamankan tiket babak kualifikasi berikutnya.

Jalannya sesi latihan sendiri sempat berjalan dramatis ketika insiden tak terduga melibatkan pembalap asal Spanyol, Manuel Gonzalez. Visor atau kaca pelindung helm milik Gonzalez tiba-tiba terlepas ketika ia tengah memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi di lintasan. Kaca pelindung tersebut terbang dan jatuh tepat di tengah jalur balap, menciptakan potensi bahaya bagi para pebalap lain yang melintas di belakangnya.

Tak lama setelah insiden tersebut, pihak penyelenggara terpaksa mengibarkan bendera merah atau red flag ketika sesi practice menyisakan waktu 12 menit 27 detik. Race Director MotoGP, Graham Webber, menjelaskan bahwa penghentian terpaksa dilakukan akibat masalah teknis konektivitas yang berdampak langsung pada ruang steward dan sistem pencatatan waktu resmi. Sesi krusial ini sempat terhenti cukup lama sekitar 30 menit sebelum akhirnya kembali dilanjutkan pada pukul 14.13 waktu setempat.