Publik sepak bola Malaysia mendadak diguncang oleh sebuah pengakuan mengejutkan dari gelandang asal Belanda, Sem Scheperman. Di tengah ambisi besar federasi dalam memburu pemain keturunan untuk memperkuat lini tengah, Scheperman justru membuat pengakuan bahwa klaim darah Malaysia miliknya hanyalah sebuah candaan belaka. Sontak, gelombang amarah langsung membanjiri lini masa media sosial.

Kisah ini bermula ketika sebuah rekaman podcast dari laman pencari bakat Harimau Abroad viral dan menyita perhatian publik. Dilansir dari CNN Indonesia, laporan tersebut mengungkap bahwa Scheperman secara blak-blakan meralat pernyataannya sendiri. Ia mengakui bahwa cerita tentang garis keturunan Malaysia yang didapat dari sang nenek tidak pernah ada dan hanyalah omong kosong semata.

Reaksi keras langsung berdatangan dari berbagai pihak, termasuk akun komunitas pencari bakat Diaspora Ballers. Mereka mengecam keras tindakan sang pemain yang menjadikan isu sensitif dan sakral seperti garis keturunan sebagai bahan lelucon. Bagi pendukung setia tim nasional Malaysia, proses naturalisasi bukan sekadar urusan teknis di atas lapangan, melainkan tentang kehormatan dan kebanggaan membawa lambang negara di dada.

Sebelumnya, nama Scheperman sempat masuk dalam radar Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) pada Februari 2025 bersama beberapa nama lain seperti Ferdy Druijf dan Dylan van Wageningen. Upaya pendekatan ini dilakukan demi mendongkrak prestasi timnas menyusul tren pemain diaspora yang marak dilakukan negara tetangga. Namun, alih-alih merapat ke Asia Tenggara, rumor tersebut justru runtuh seketika oleh ulah sang pemain sendiri.

Situasi ini kian memperkeruh suasana mengingat polemik naturalisasi di negeri jiran tersebut tengah berada dalam sorotan tajam. Publik tentu masih ingat bagaimana sanksi berat dari FIFA sempat dijatuhkan akibat pemalsuan dokumen pemain beberapa waktu lalu. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanda-tanda permintaan maaf resmi dari Sem Scheperman, yang membuat tensi kemarahan suporter semakin menjadi-jadi.