Auman mesin kuda besi MotoGP kembali memanaskan bumi Lombok. Seri Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 diprediksi bakal manggung dalam kondisi cuaca yang relatif bersahabat bagi para rider di lintasan. Momen panas ini kian dinanti publik karena persaingan ketat di papan atas, termasuk peluang Marc Marquez dalam memanaskan perburuan takhta juara dunia musim ini.

Rangkaian adu cepat di atas sirkuit dijadwalkan menggebrak sejak sesi latihan bebas pada Jumat (9/10), berlanjut ke panasnya duel Sprint Race hari Sabtu, hingga puncaknya pada main race hari Minggu (11/10). Berdasarkan laporan resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kawasan sekitar Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, dipayungi cuaca cerah berawan sepanjang akhir pekan.

Memasuki hari pertama latihan pada Jumat (9/10), cuaca diprediksi cerah berawan dengan kisaran suhu 22 sampai 32 derajat Celsius serta tingkat kelembapan menyentuh angka 55 hingga 93 persen. Kondisi ini tentu memberikan kesempatan emas bagi para mekanik tim untuk menemukan setelan terbaik motor tanpa pusing memikirkan ancaman air hujan yang biasa mengubah peta kekuatan secara drastis di atas aspal.

Suhu udara terpantau mulai merangkak naik ketika sesi Sprint Race bergulir pada Sabtu (10/10). Kawasan Pujut tempat sirkuit berdiri megah diprakirakan cerah dengan temperatur 23 sampai 33 derajat Celsius. Situasi serupa juga akan menyambut para pembalap pada balapan utama hari Minggu (11/10), di mana termometer menunjukkan angka lebih tinggi mencapai 34 derajat Celsius dengan kelembapan udara berkisar antara 51 hingga 94 persen.

Prakiraan cuaca tanpa hujan ini membuka peluang besar bagi seluruh kontestan untuk memacu motor dalam kondisi lintasan kering sepenuhnya. Meski demikian, sengatan suhu hingga 34 derajat Celsius pada hari Minggu wajib diwaspadai, tidak hanya oleh para rider yang menguras fisik, tetapi juga para suporter setia yang memadati tribun sirkuit demi menyaksikan drama papan atas balap motor paling prestisius di dunia.