Tekanan besar kini tengah menggelayuti Tottenham Hotspur jelang duel krusial menghadapi Coventry City di ajang Premier League. Skuad asuhan pelatih Roberto De Zerbi ini masih memburu kemenangan perdana mereka musim ini setelah melakoni enam pertandingan awal yang mengecewakan. Gol penyelemat dramatis dari Dominic Solanke saat menahan imbang Manchester United akhir pekan lalu memang sempat menghadirkan sedikit napas lega, namun posisi di dasar klasemen membuat laga kandang kali ini wajib dimenangkan dengan cara apa pun.

Di sisi lain, Coventry datang dengan kepercayaan diri yang sedang melambung tinggi. Sempat terseok-seok dengan menelan kekalahan di empat laga pembuka tanpa mampu mencetak satu gol pun, tim besutan Frank Lampard justru bangkit secara impresif. Kemenangan beruntun atas Nottingham Forest dan pesta gol 4-1 atas Newcastle United membuktikan bahwa sang tamu sama sekali tidak boleh dipandang sebelah mata ketika bertamu ke London.

Masalah lini serang masih menjadi PR utama bagi kubu tuan rumah. Dengan catatan hanya membukukan tiga gol dari enam pertandingan, Spurs saat ini menyandang status sebagai tim paling tumpul di kasta tertinggi Liga Inggris. Situasi kian pelik karena mereka harus kehilangan gelandang pekerja keras Rodrigo Bentancur yang mendapat kartu merah di Old Trafford, meski kabar baiknya Pedro Porro berpotensi pulih dan James Maddison siap menghadapi klub masa kecilnya.

Bagi para suporter di tanah air maupun mancanegara yang ingin menyaksikan jalannya pertandingan sengit ini, berbagai opsi siaran langsung dan kanal televisi telah disiapkan oleh pemegang hak siar resmi. Penggemar di Inggris dapat menyaksikannya melalui layar kaca Sky Sports, sementara penonton di Amerika Serikat bisa mengakses USA Network. Dilansir dari FourFourTwo, panduan lengkap mengenai layanan streaming legal serta alternatif akses dari berbagai belahan dunia telah disediakan bagi para pecinta sepak bola.

Secara historis, pertemuan ini mengingatkan publik pada final Piala FA 1987 ketika Coventry secara mengejutkan sukses membungkam Spurs dengan skor 3-2 lewat babak tambahan waktu. Mengulang memori pahit tersebut tentu menjadi skenario terburuk yang ingin dihindari oleh De Zerbi dan anak asuhnya di kandang sendiri.