Malam ini, Red Bull Arena di Salzburg akan menjadi saksi duel antara jawara Liga Champions dan penguasa Liga Europa. Ya, Paris Saint-Germain akan berhadapan dengan Aston Villa dalam perebutan Piala Super UEFA. Bagi fans Arsenal, PSG mungkin adalah 'penjahat' terbesar setelah menggagalkan ambisi ganda mereka musim lalu. Namun, di atas kertas, ini adalah laga antara dua tim yang sedang berada di puncak kepercayaan diri.
PSG datang dengan status juara bertahan Liga Champions, sebuah gelar yang mereka rebut dua setengah bulan lalu. Sementara Aston Villa, yang baru saja menambahkan trofi Liga Europa ke lemari mereka setelah mengalahkan Freiburg di final, tentu tidak ingin menyerah begitu saja. Namun, menghadapi tim sekaliber PSG adalah tantangan yang jauh berbeda.
Kedua tim dipastikan kehilangan beberapa pemain kunci akibat cedera atau kebugaran yang belum pulih setelah Piala Dunia. Villa dipastikan tanpa Amadou Onana (lutut) dan bintang muda mereka, Johan Manzambi (lutut), serta Emiliano Martinez yang belum fit. Lebih parah lagi, mereka harus rela kehilangan Morgan Rogers yang hengkang ke Chelsea dengan nilai transfer mencapai 117 juta poundsterling (sekitar Rp2,3 triliun). Di kubu PSG, beberapa pemain inti juga belum pulih betul setelah menjalani turnamen musim panas.
Di tengah situasi tersebut, ada satu nama yang diprediksi menjadi pembeda: Khvicha Kvaratskhelia. Winger Georgia ini tampil penuh 90 menit dalam laga uji coba melawan Manchester United akhir pekan lalu, dan dipastikan dalam kondisi paling segar. Pelatih PSG juga diperkirakan akan menurunkan Marquinhos, Nuno Mendes, Vitinha, dan Joao Neves yang semuanya telah bermain dalam laga tersebut.
Sejarah juga tidak berpihak pada Villa. Dalam tujuh edisi terakhir Piala Super UEFA, selalu dimenangkan oleh tim yang menjadi juara Liga Champions musim sebelumnya. Ini tentu menjadi tekanan tersendiri bagi skuat asuhan Unai Emery.
Dengan segala pertimbangan, prediksi kami di BolaFeed: PSG akan menang dengan skor 3-1. Kualitas skuat yang lebih merata dan faktor 'Kvaradona' menjadi alasan utama mengapa trofi ini akan kembali ke Paris.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang