Situasi panas tengah melanda kubu Roma setelah hasil imbang tanpa gol kontra Como dalam lanjutan kompetisi Serie A akhir pekan kemarin. Kemarahan manajemen serta tim pelatih dipicu oleh keputusan wasit yang memberikan kartu merah langsung kepada penyerang anyar mereka, Donyell Malen, akibat tekel keras terhadap pemain lawan.
Pelatih kepala Gasperini tidak bisa menyembunyikan kekesalannya selepas pertandingan usai. Ia menilai pengadil lapangan seharusnya meniup peluit pelanggaran terlebih dahulu untuk insiden tarikan kaus yang dialami Malen sebelum tekel itu terjadi, serta mengkritik penggunaan VAR yang hanya berpatokan pada tangkapan layar tunggal tanpa melihat keutuhan aksi di atas lapangan hijau.
Dilansir dari Football Italia, kubu Giallorossi merasa sangat dirugikan karena insiden serupa nyatanya mendapat perlakuan berbeda pada laga lain di akhir pekan yang sama. Gelandang Bologna, Oussama El Azzouzi, hanya diganjar kartu kuning saat melakukan tekel keras kepada pemain Lecce, sebuah keputusan kontroversial yang memicu perdebatan sengit di kalangan pengamat sepak bola.
Meskipun banding untuk membatalkan hukuman tampaknya kecil kemungkinan dikabulkan mengingat posisi kaki Malen yang terangkat saat melakukan tekel, pihak klub tetap menyoroti inkonsistensi penghentian laga. Berdasarkan ulasan media, tekel El Azzouzi justru mengenai bagian kaki lawan jauh lebih tinggi nyaris sejajar lutut, sementara Malen dinilai masih berniat murni menjangkau bola.
Hukuman skorsing yang kini mengancam sang penyerang tentu menjadi pukulan telak bagi kedalaman skuad Giallorossi dalam mengarungi ketatnya persaingan papan atas klasemen. Gasperini dituntut untuk segera memutar otak mencari solusi taktis demi menjaga momentum positif tim pada pertandingan-pertandingan penting berikutnya di pentas Liga Italia.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang