Paris Saint-Germain kembali menjadi pusat perhatian dunia sepak bola. Setelah sukses meraih gelar juara Liga Champions dua musim beruntun, tim asuhan Luis Enrique kini membidik sejarah baru: menjadi tim kedua yang mampu memenangkan kompetisi paling bergengsi di Eropa ini tiga kali berturut-turut. Ambisi itu pun langsung diuji pada laga perdana mereka di ajang Piala Super Eropa melawan Aston Villa, Rabu (13/8/2025) di Salzburg.

Kemenangan atas Inter Milan dengan skor telak 5-0 di final 2025 lalu, disusul sukses mengalahkan Arsenal lewat adu penalti di Budapest tahun ini, membuat PSG sejajar dengan legenda Real Madrid yang pernah menjuarai tiga edisi beruntun pada 2016-2018. Paris Saint-Germain pun termotivasi untuk menyamai catatan tersebut, sekaligus menegaskan dominasi mereka di kancah Eropa.

Namun, jalan menuju treble juara tidak akan mudah. PSG harus bersaing dengan klub-klub besar seperti Manchester City, Bayern Munich, dan Barcelona yang juga haus gelar. Selain itu, jadwal padat dan kondisi pemain yang baru kembali dari Piala Dunia 2026 menjadi tantangan tersendiri. Meski begitu, skuad Les Parisiens terbilang solid dengan hanya sedikit perubahan di bursa transfer musim panas ini.

Di bursa transfer, PSG telah mendatangkan gelandang Monaco, Maghnes Akliouche, bek kiri Aston Villa, Lucas Digne, serta kiper muda Milan, Alessandro Longoni. Sementara itu, Lee Kang-in hengkang ke Atletico Madrid dan Goncalo Ramos pindah ke AC Milan. Kabar terakhir menyebutkan bahwa Bradley Barcola tengah diincar Liverpool dengan nilai transfer mencapai £100 juta (sekitar Rp2 triliun).

Selain mengejar treble juara, PSG juga berpeluang mencetak sejarah dengan menyapu bersih enam trofi dalam satu musim. Mereka akan tampil di Piala Super Eropa, Trophee des Champions, Liga Champions, Ligue 1, Piala Prancis, dan Piala Interkontinental FIFA. Musim lalu, PSG memenangkan lima trofi dan hanya gagal di Piala Prancis. Belum ada tim besar yang pernah meraih enam gelar dalam satu musim, dan PSG bertekad menjadi yang pertama.

Meski demikian, PSG sering tampil lambat di awal musim. Musim lalu, mereka sempat tertinggal 0-2 dari Tottenham di Piala Super Eropa sebelum akhirnya menang adu penalti. Selain itu, dalam dua musim terakhir di Liga Champions, mereka selalu gagal finis di delapan besar dan harus melewati babak play-off. Namun, konsistensi mereka di fase gugur menjadi senjata utama untuk meraih gelar.