Stadion Etihad mendadak sunyi ketika Paris Saint-Germain menunjukkan kapasitas mereka sebagai penguasa Eropa. Dalam lanjutan Liga Champions, raksasa Prancis tersebut sukses membantai tuan rumah Manchester City dengan skor meyakinkan 4-2. Keunggulan tiga gol tanpa balas di paruh pertama babak pertama benar-benar meruntuhkan mentalitas skuad asuhan Enzo Maresca, sekaligus memberikan alarm darurat bagi ambisi mereka di kancah Benua Biru.

Pertandingan baru berjalan beberapa menit, lini belakang The Citizens langsung kocar-kacir menghadapi gempuran cepat lini serang lawan. Gol-gol kilat yang dicetak oleh Désiré Doué, Ousmane Dembélé, dan Vitinha dalam kurun waktu 19 menit membuat seisi stadion terdiam. Mantan pelatih City, Pep Guardiola, yang hadir langsung di tribun penonton hanya bisa menyaksikan mantan timnya diobrak-abrik oleh racikan taktik brilian dari Luis Enrique.

Meskipun tertinggal jauh, tuan rumah sempat mencoba bangkit di babak kedua setelah melakukan sejumlah pergantian taktis. Penyerang tajam Erling Haaland berhasil mencetak dua gol penting yang membawanya memecahkan rekor gol termuda di kompetisi elite Eropa. Namun, asa kebangkitan tersebut langsung dipadamkan oleh aksi gemilang Maghnes Akliouche yang kembali memperlebar jarak keunggulan tim tamu.

Malam kelam bagi City semakin sempurna ketika eksekusi penalti Ferran Torres di menit-menit akhir berhasil dimentahkan oleh kiper tangguh Gianluigi Donnarumma. Kekalahan telak ini menjadi tamparan keras bahwa dominasi domestik di Liga Inggris belum tentu berbanding lurus dengan ketangguhan di panggung Eropa, terutama saat menghadapi tim dengan standar permainan sekelas PSG musim ini.

Dilansir dari ESPN FC, dominasi tanpa cela yang ditampilkan oleh skuad asuhan Luis Enrique kian mempertegas rekor superior mereka ketika berhadapan dengan tim-tim asal Inggris dalam beberapa musim terakhir. Evaluasi total wajib dilakukan oleh jajaran pelatih City jika tidak ingin kembali tersingkir secara memalukan di fase knock-out mendatang.