Sepak bola Indonesia kembali dihadapkan pada ancaman serius menyusul rangkaian insiden kekerasan yang melibatkan pendukung klub. Erick Thohir selaku Ketua PSSI dengan tegas mengeluarkan ultimatum keras kepada operator liga dan klub untuk segera mengevaluasi sistem keamanan dalam waktu sepekan ke depan.
Ketegangan antarsuporter memanas setelah terjadi aksi kekerasan terhadap rombongan tim EPA Persib di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Tak berselang lama, insiden serupa kembali terulang ketika pendukung Persija Jakarta menjadi korban kekerasan di kawasan Cikampek, yang langsung memicu alarm darurat bagi otoritas sepak bola nasional.
Padahal, kebijakan suporter tandang baru saja dilonggarkan kembali dalam beberapa laga kompetisi musim ini dengan pertimbangan tingkat risiko pertandingan. Namun, insiden beruntun ini membuat keselamatan penonton kembali berada di ambang bahaya dan memaksa federasi turun tangan.
Dalam keterangannya di Jakarta, Erick menegaskan bahwa PSSI tidak akan ragu mengambil tindakan tegas jika operator liga dan manajemen klub gagal mencapai kesepakatan damai serta jaminan keselamatan. Keputusan melarang suporter tandang berpotensi diberlakukan kembali demi mencegah jatuhnya korban jiwa.
PSSI menuntut penuh tanggung jawab dari pihak penyelenggara liga dan klub atas setiap dinamika yang terjadi di lapangan. Kesepakatan awal mengenai kembalinya suporter tandang kini berada di ujung tanduk, bergantung pada komitmen keamanan yang bisa dibuktikan oleh klub-klub peserta.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang