Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, dengan tegas meminta kepada seluruh pecinta sepak bola nasional untuk bisa membedakan secara jernih antara kesalahan teknis di atas lapangan hijau dan pelanggaran berat yang mencederai integritas kompetisi. Penegasan krusial ini disampaikan langsung oleh pria asal Jepang tersebut di Jakarta pada Jumat (23/10), sebagai bagian dari evaluasi berkala terhadap kinerja para pengadil lapangan hingga pekan keenam turnamen.
Dalam pemaparannya yang dilansir dari CNN Indonesia, Ogawa mengingatkan publik agar tidak serta-merta menuntut hukuman berat tanpa melihat konteks permasalahan secara objektif. Menurutnya, kultur sepak bola kita kerap kali menuntut pendekatan menghukum, padahal fokus utama yang harus dikedepankan adalah aspek pembinaan yang berkelanjutan bagi setiap perangkat pertandingan yang berada di bawah naungan PSSI agar kualitas liga semakin meningkat.
Lebih lanjut, batas kewenangan antara Komite Wasit dan Komite Disiplin dijabarkan secara transparan agar tidak terjadi salah paham di kalangan suporter maupun klub peserta. Tugas utama Komite Wasit murni berfokus pada edukasi, pengontrolan penugasan laga, serta evaluasi performa, sementara Komite Disiplin memiliki mandat penuh untuk meninjau dan menjatuhkan sanksi disipliner kepada pihak yang terbukti bersalah.
Sebagai manusia biasa, para pengadil lapangan tentu tidak luput dari potensi kekeliruan manusiawi ketika memimpin jalannya pertandingan yang berjalan dengan tempo sangat tinggi. Namun, Ogawa memastikan bahwa setiap kesalahan teknis biasa tidak akan dibiarkan begitu saja, melainkan ditangani secara internal melalui kebijakan pembinaan berupa istirahat atau jeda penugasan selama satu hingga dua pertandingan ke depan.
Di sisi lain, tindakan tegas tanpa kompromi baru akan diberlakukan apabila ditemukan indikasi kuat adanya pelanggaran berat seperti unsur kesengajaan, praktik suap, atau pengaturan skor yang merusak citra sepak bola. Dalam skenario terburuk tersebut, penanganan kasusnya akan langsung diserahkan kepada Komite Disiplin untuk menjatuhkan hukuman setimpal sesuai regulasi yang berlaku demi menjaga marwah kompetisi.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang