Situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang memanas membuat PSSI harus mengambil langkah sigap demi melindungi skuad Garuda. Ketua Umum PSSI Erick Thohir secara terbuka menyatakan tengah meninjau ulang rencana pertandingan persahabatan menghadapi Yordania dalam agenda FIFA Matchday yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang.
Keputusan krusial ini diambil setelah insiden serangan rudal yang baru-baru ini menyasar Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi. Eskalasi konflik tersebut memicu kekhawatiran mendalam bagi keselamatan pelatih John Herdman beserta seluruh penggawa Timnas Indonesia yang akan terbang ke kawasan tersebut untuk menjalani rangkaian persiapan penting.
"Ada beberapa negosiasi, opsi, apakah Timur Tengah yang sudah menjadi opsi utama kita akan revisi karena situasi. Kan ini panas, kemarin ada serangan dan macam-macam, prihatin," ujar Erick Thohir saat ditemui di Balai Kota Solo, menggarisbawahi bahwa aspek keamanan tidak bisa ditawar dalam situasi darurat seperti sekarang.
Sebagai informasi, agenda uji tanding di kandang lawan ini dirancang sebagai langkah krusial untuk mematangkan taktik menjelang keikutsertaan di Piala Asia 2027. Skuad Garuda sendiri datang dengan motivasi tinggi usai menorehkan tinta emas dengan keluar sebagai juara FIFA ASEAN Cup 2026, sebuah pencapaian fenomenal yang dirindukan publik sepak bola tanah air setelah penantian panjang selama 35 tahun.
Meskipun duel kontra Yordania di Stadion Internasional Amman dijadwalkan pada 13 November, PSSI memilih untuk tidak terburu-buru dan terus memantau perkembangan situasi keamanan regional. Keselamatan jiwa para atlet dan ofisial tim nasional kini menjadi prioritas mutlak di tengah ketidakpastian yang melanda wilayah Timur Tengah akibat serangan rudal beruntun dalam beberapa hari terakhir.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang