Stadion Patriot Candrabhaga di Bekasi mendadak bergemuruh ketika Persija Jakarta sukses menampilkan dominasi mutlak atas tamunya. Pertandingan yang diwarnai pesta gol ini langsung menyita perhatian publik sepak bola nasional, terutama berkat penampilan luar biasa dari sang penyerang haus gol. Kemenangan besar ini tidak hanya mendongkrak moral skuad asuhan pelatih kenamaan, melainkan juga mengirimkan sinyal ancaman serius ke seluruh kontestan liga musim ini.

Pelatih kepala Shin Tae-yong sama sekali tidak bisa menyembunyikan rasa puasnya selepas anak asuhnya membantai Arema FC dengan skor telak 5-1. Tambahan tiga angka penuh ini membawa Macan Kemayoran kembali merangsek naik untuk mengkudeta posisi puncak klasemen sementara. Dengan koleksi 15 poin dari enam pertandingan yang telah dilalui, mereka sukses merebut kembali takhta tertinggi yang sempat direbut oleh Dewa United.

Sorotan utama tentu saja tertuju pada ketajaman penyerang asal Swedia yang tampil begitu padu di lini depan. Dilansir dari CNN Indonesia, eks juru gedor timnas Swedia tersebut sukses memborong dua gol ke gawang Arema dan memantapkan posisinya sebagai pencetak gol terbanyak sementara dengan torehan enam gol. Konsistensinya membobol gawang lawan terbukti nyata setelah sebelumnya juga rajin mencetak gol saat bersua tim-tim tangguh seperti Persib Bandung, Borneo FC, PSIM Yogyakarta, hingga Persita Tangerang.

Shin Tae-yong memberikan apresiasi khusus atas kerja keras serta insting pembunuh yang ditunjukkan oleh sang penyerang di kotak penalti lawan. Juru taktik asal Korea Selatan tersebut meyakini bahwa kemampuan penyelesaian akhir anak asuhnya itu akan semakin matang dan tajam pada pertandingan-pertandingan krusial berikutnya. Performa mentereng penyerang berusia 33 tahun ini sekaligus membuktikan kualitas sahihnya sebagai mantan top skor Liga Swedia yang didatangkan untuk memperkuat lini serang.

Konsistensi permainan serta ketajaman di lini depan kini menjadi modal berharga bagi Macan Kemayoran dalam perburuan gelar juara musim ini. Tekanan demi tekanan kini beralih ke pundak para rival terdekat untuk bisa mengejar perolehan poin sang pemuncak klasemen. Atmosfer kompetisi dipastikan bakal semakin sengit seiring ambisi besar klub kesayangan Jakmania tersebut untuk terus menjaga momentum kemenangan di setiap pekan.