Gelandang berpengalaman asal Belgia, Radja Nainggolan, akhirnya blak-blakan mengenai perjalanan kariernya yang sempat mendarat di Liga Indonesia. Mantan bintang AS Roma dan Inter Milan itu mengaku bahwa dirinya sebenarnya tidak pernah berniat memperkuat Bhayangkara FC pada awal kedatangannya ke tanah air, melainkan hanya ingin membela klub besar lain.
Kisah ini bermula ketika pria berusia 38 tahun tersebut diundang oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, untuk bertugas sebagai duta Piala Dunia U-17 2023. Selama dua pekan berkeliling kota-kota besar mulai dari Jakarta hingga Surabaya, ia merasa terpesona dengan sambutan hangat publik sepak bola nasional, yang kemudian membuka peluang untuk melanjutkan karier hijau di sini setelah sempat berencana pensiun usai membela klub Serie B Italia, SPAL.
Namun, dalam wawancaranya bersama media Belanda, Nieuwsblad, ia menegaskan preferensi awalnya sangat jelas. "Saya melakukannya dengan senang hati, tetapi saya hanya ingin bermain di Jakarta atau Bali. Ternyata tim polisi negara, Bhayangkara FC, membutuhkan saya," kenang Radja menceritakan proses transfer yang membawanya keluar dari jalur rencana awal.
Meskipun sempat merasa ragu karena klub tersebut bukan pilihannya sejak awal, sebuah tantangan baru serta tawaran finansial yang menggiurkan membuatnya luluh. Selama setengah musim berseragam The Guardian, ia mengantongi bayaran sekitar Rp8 miliar (€400.000), sebuah angka yang diakuinya jauh lebih besar dibanding pendapatannya di Italia, terlebih ditunjang biaya hidup yang sangat murah di Indonesia.
Petualangan singkat itu harus berakhir ketika Bhayangkara FC harus menerima kenyataan pahit terdegradasi dari kasta tertinggi di akhir musim. Selepas dari petualangan di kompetisi domestik Indonesia, gelandang berkarakter keras ini memutuskan hengkang untuk kembali berkarier di Eropa, memperkuat sejumlah klub kasta kedua Liga Belgia hingga saat ini.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang